AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Tidak Masuk Konsorsium IBC, Ini Kata Dirut Timah (TINS)

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 06 April 2021 18:13 WIB
PT Timah akan mendukung distribusi bahan pendukung, baik berupa solder atau timah batangan yang diperlukan.
PT Timah akan mendukung distribusi bahan pendukung, baik berupa solder atau timah batangan yang diperlukan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Timah Tbk (TINS) tidak masuk dalam keanggotaan Indonesia Battery Holding (IBH) atau Indonesia Battery Corporation (IBC). Dimana, konsorsium BUMN ini terdiri dari Mining and Industry Indonesia atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. 

Meski tidak masuk dalam holding untuk meggarap proyek industri baterai kendaraan listrik, manajemen TINS mengakui akan ikut mendorong upaya percepatan Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut. 

"PT Timah tidak termasuk dalam konsorsium proyek bateria, akan tetapi sudah pasti PT Timah akan mendukung apabila industri baterai nasional berjalan," ujar Direktur utama TIND, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Selasa (6/4/2021). 

Dukungan tersebut berupa distribusi bahan pendukung, baik berupa solder atau timah batangan yang diperlukan untuk penggarapan kendaraan listrik di dalam negeri. "Dari segi timah kami akan supply kebutuhan apakah solder, timah batangan juga diperlukan. Prinsipnya PT Timah akan selalu mendukung industri nasional," katanya. 

Sejak 2021 ini, emiten pertambangan pelat merah itu menargetkan akan memproduksi 30.000 ton bijih timah per tahunnya. Sementara, produksi logam 34.000 ton per tahun. 

Untuk mencapai target tersebut, manajemen akan memanfaatkan bijih timah yang bersumber dari tambang di daratan dan lautan di Indonesia. Saat ini persentase kontribusi dari kedua sumber timah itu masing-masing berada di angka 70 persen darat dan 30 persen laut. 

Untuk tambang laut, emiten berupaya akan mendorong produksi sehingga kontribusinya naik 10 persen. Namun, upaya penambangan di laut tetap memperhatikan dampak lingkungan. Karena itu, manajemen akan berkoordinasi dan bersosialisasi di kawasan atau daerah operasionalnya. 

"Selanjutnya apa saja upaya mencapai target tersebut? kita sudah ada paparan waktu RUPS bahwa sumber dari bijih timah ada dua, satu dari laut kedua dari darat. Untuk presentasi saat ini di darat memiliki kontribusi lebih besar laut 30 persen dan darat 70 persen. kita ingin dorong kontribusi laut akan meningkat 10 persen," tutur dia. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD