AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Tiga Dosis Sinovac Diklaim Belum Mampu Tangkal Omicron

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 10 Januari 2022 17:11 WIB
Penelitian menyebutkan dua dosis vaksin Covid-19 Sinovac diikuti dengan suntikan booster Pfizer-BioNTech telah menunjukkan respons imun yang lebih rendah.
Tiga Dosis Sinovac Diklaim Belum Mampu Tangkal Omicron
Tiga Dosis Sinovac Diklaim Belum Mampu Tangkal Omicron

IDXChannel - Penelitian terbaru menyebutkan dua dosis vaksin Covid-19 Sinovac diikuti dengan suntikan booster Pfizer-BioNTech telah menunjukkan respons imun yang lebih rendah terhadap varian Omicron. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Yale, Kementerian Kesehatan Republik Dominika dan lembaga lainnya. 

Merangkum dari Reuters, Senin (10/1/2022), dua dosis vaksin Sinovac (SVA.O) bersama dengan suntikan Pfizer (PFE.N) menghasilkan respons antibodi yang mirip dengan vaksin mRNA dua dosis. Tingkat antibodi terhadap varian Omicron adalah 6,3 kali lipat lebih rendah.

Hasil tersebut berbeda jauh jika dibandingkan dengan varian Covid-19 sebelumnya yakni Delta yang memiliki nilai 2,7 kali lipat lebih rendah. Salah satu Penulis Studi, Akiko Iwasaki, mengatakan di Twitter bahwa penerima CoronaVac mungkin memerlukan dua dosis booster tambahan.

Hal tersebut wajib dilakukan untuk mencapai tingkat perlindungan yang dibutuhkan terhadap varian Omicron. Sebab, dua dosis vaksin Sinovac saja tidak menunjukkan netralisasi yang terdeteksi terhadap Omicron. Hasil ini dilakukan dari penelitian yang menganalisis sampel plasma dari 101 peserta di Republik Dominika. 

Salah satu studi dari Hong Kong pekan lalu mengatakan bahkan tiga dosis vaksin Sinovac masih tidak menghasilkan respons antibodi yang cukup terhadap varian Omicron. Kondisi ini harus ditingkatkan dengan vaksin Pfizer-BioNTech untuk mencapai tingkat perlindungan.

Sebagaimana diketahui, CoronaVac Sinovac dan vaksin BBIBP-CorV Sinopharm milik negara adalah dua vaksin yang paling banyak digunakan di China. Vaksin Covid-19 ini diekspor oleh negara tersebut, sementara Hong Kong telah menggunakan vaksin Sinovac dan Pfizer-BioNTech.

Hal ini berbeda dengan klaim yang dibuat oleh Sinovac sebelumnya. Mereka menyebutkan bahwa tiga dosis vaksin Sinovac mampu melawan Omicron. Dosis ketiga disebut dinilai efektif dalam meningkatkan antibodi dalam melawan strain Omicron.

Mereka menyebut bahwa 94 persen penerima tiga dosis vaksin Sinovac dapat menghasilkan antibodi yang cukup.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, menegaskan bahwa mengatakan bahwa pemberian vaksin booster atau dosis ketiga menggunakan dua cara. Metode homolog (menggunakan vaksin sejenis) dan heterolog (menggunakan vaksin kombinasi).

Saat ini BPOM masih terus mencari kombinasi untuk vaksin yang diberikan berbeda dengan boosternya (Heterolog). Sementara data mengenai vaksin yang akan digunakan dengan metode heterolog sedang difinalisasi. 

"Yang sedang kita tunggu adalah heterolog, untuk vaksin sebagai boosternya seperti Sinovac, Pfizer, AstraZeneca dengan primer sebelumnya adalah Sinovac,” kata Penny dalam penjelasannya.

Terkait dengan hal tersebut, Juru Bicara Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih menggunakan vaksin berdasarkan dengan Emergency Used Authorization (EUA) yang diberikan oleh Badan POM.

Meski demikian, Siti Nadia mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan dilakukan kombinasi dalam pemberian vaksin untuk mendapatkan imunitas tubuh yang lebih baik.

"Saat ini penggunaan vaksin sesuai EUA tentunya. Tapi bisa saja berubah (penggunaan vaksin Sinovac secara heterolog) kalau data ilmiah mencukupi," tuntasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD