sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tiga Jurus Utama Pemerintah Pastikan Investasi Hilirisasi Berdampak pada Ekonomi Nasional

Economics editor Rohman Wibowo
05/09/2026 14:02 WIB
Tiga strategi utama pemerintah demi memastikan investasi yang masuk berdampak nyata pada penguatan industri dalam negeri.
Tiga Jurus Utama Pemerintah Pastikan Investasi Hilirisasi Berdampak pada Ekonomi Nasional. (Foto Istimewa)
Tiga Jurus Utama Pemerintah Pastikan Investasi Hilirisasi Berdampak pada Ekonomi Nasional. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyiapkan rangkaian langkah strategis guna menjaring serta mengarahkan penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI) ke sektor-sektor hilirisasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu memaparkan tiga strategi utama pemerintah demi memastikan investasi yang masuk berdampak nyata pada penguatan industri dalam negeri dan pembangunan ekosistem rantai pasok terintegrasi, yang meliputi perencanaan terarah, eksekusi yang baik, serta pemberian insentif.

“Jika kita berbicara tentang peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, maka kita berbicara tentang strategic planning, bagaimana cara eksekusi yang baik dan juga insentif. Koridor pemikirannya adalah bagaimana investasi yang masuk harus memiliki daya saing dan juga keberlanjutan. Kita tidak hanya fokus pada berapa banyak investasi yang masuk, namun bagaimana dampaknya ke peningkatan lapangan kerja serta ekosistem rantai pasok di Indonesia,” ujar Todotua dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).

Pada pilar perencanaan strategis, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM telah menyusun Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis 2022 & 2023 yang memetakan rencana hilirisasi atas 28 komoditas di delapan sektor prioritas, dengan total potensi nilai investasi mencapai USD618,1 miliar serta proyeksi penciptaan 3 juta lapangan kerja baru.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement