Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung ambisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 8 persen.
"Dia menjelaskan bagaimana membangun sinergi moneter dan fiskal sehingga beri penguatan pertumbuhan ekonomi serta membangun agility dalam pengambilan keputusan," kata Misbakhun.
Lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, Thomas memiliki latar belakang keluarga yang kental dengan dunia perbankan. Ia merupakan putra dari mantan Gubernur BI, Soedradjad Djiwandono, dan cucu dari keponakan pendiri Bank BNI, R.M. Margono Djojohadikusumo.
Terkait status politiknya, Thomas telah menegaskan pengunduran dirinya dari struktur Partai Gerindra sejak Maret 2025 dan resmi keluar dari keanggotaan partai pada 31 Desember 2025. Hal ini dilakukan guna memenuhi standar independensi yang ketat bagi pejabat bank sentral.
Setelah mendapatkan restu dari Rapat Paripurna, Thomas Djiwandono dijadwalkan akan segera menjalani prosesi pelantikan secara resmi dan pengambilan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung.