AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Total Utang Obligor Kaharudin Rp8 T, Satgas BLBI Baru Sita Rp110 Miliar

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Selasa, 21 September 2021 17:47 WIB
Menkeu menyampaikan satgas BLBI baru mencairkan dua akun perbankan masing-masing senilai Rp664.974.593 dan US$7,63 juta atau setara Rp109,58 miliar dari obligor
Total Utang Obligor Kaharudin Rp8 T, Satgas BLBI Baru Sita Rp110 Miliar (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah melalui  Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah memanggil 22 obligor atau debitur yang masih memiliki utang kepada negara. Menkeu menyampaikan pemerintah telah mencairkan dana dalam dua akun perbankan masing-masing senilai Rp664.974.593 dan US$7,63 juta atau setara Rp109,58 miliar.

“Secara total dana yang disita sebesar Rp110,24 miliar. Ini adalah astro account yang kami sita dan mencairkan untuk masuk ke kas negara, hasil sitaan ini sudah masuk ke kas negara sejak kemarin," kata Sri Mulyani melalui  konferensi pers, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya, dana tersebut berasal dari salah satu obligor BLBI atas nama Kaharudin Ongko. Ia menyebut pembayaran utang yang dilakukan Kaharudin jauh dari harapan sehingga pemerintah mengeluarkan surat paksa dan pencegahan yang bersangkutan berpergiaan ke luar negeri.

"Satgas BLBI pada 20 September kemarin melakukan penyitaan dan sekaligus mencairkan harta kekayaan yg bersangkutan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Satgas BLBI akan terus mengejar piutang negara yang hingga saat ini masih menunggak.

Selain itu, Satgas BLBI juga menahan sebagian jaminan kebendaan baik berupa aset tetap maupun aset bergerak yang diserahkan sesuai perjanjian yg ditandatangani lewat Master Refinancing and Notes Issuance Agreement (MRNIA) pada 18 Desember 1998 silam.

Meski demikian Adapun agenda pertemuan dari konferensi tersebut adalah menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI setidak-tidaknya Rp8,2 triliun. Rinciannya Rp 7.828.253.577.427,8  dalam rangka Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PPKS) Bank Umum Nasional dan Rp359.435.826.603,76 dalam rangka PKPS Bank Arya Panduarta. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD