AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Tren Belanja Online Akhir Tahun Melonjak, Google Imbau Perketat Kata Sandi

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Kamis, 04 November 2021 13:15 WIB
Google Indonesia menyatakan bahwa menjaga kebersihan kata sandi sangat penting dilakukan.
Belanja Online (Ilustrasi)
Belanja Online (Ilustrasi)

IDXChannel - Google Indonesia menyatakan bahwa menjaga kebersihan kata sandi sangat penting dilakukan. Hal tersebut dilakukan seiring meningkatnya kejahatan di dunia digital dan juga tren belanja akhir tahun yang melonjak.

Product Marketing Manager Google Indonesia Amanda Chan menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan atas permintaan Google, hampir 2 dari 3 pengguna internet di Indonesia telah mengalami kebocoran data pribadi.

“Sebanyak 89 persen pengguna masih mempertahankan kebiasaan menggunakan kata sandi yang lemah. Padahal, penggunaan ulang kata sandi sangat berisiko,” jelasnya dalam acara Shop Safer with Google secara virtual, Rabu (3/11/2021).

Adapun hal tersebut masih sering dilakukan, karena sebagian banyak pengguna merasa takut lupa jika menggunakan kata sandi baru. Sementara, beberapa pengguna lain beralasan karena lebih praktis.

“40 persen takut lupa dengan sandi yang baru, 30 persen menggunakan sandi yang sama karena lebih praktis,” ujar Amanda.

Lebih lanjut, Amanda mengungkapkan, selain terkait password, pengguna di Indonesia juga memiliki kebiasaan digital lain. Di mana, 3 dari 4 responden mengaku melakukan pembelian di situs yang tidak memiliki simbol tanda aman atau gembok.

“3 dari 4 responden mengaku melakukan pembelian di situs yang tidak memiliki tanda pengaman. Bagaimana cara cek situs yang kita pakai? Di browser Google Chrome, teman-teman bisa cari simbol gembok di sebelah kiri URL dan jika gembok ini tertutup, situs tersebut aman. Artinya, privasi dan data kita terlindung saat kita browsing di situs tersebut,” tandasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD