AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Tumbuh 15,3 Persen, Penerimaan Pajak Tembus Rp953,6 Triliun hingga Oktober 2021

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 26 November 2021 10:50 WIB
Hingga akhir Oktober 2021, penerimaan pajak hingga akhir mencapai Rp953,6 triliun atau telah memenuhi 77,56 persen dari target pada APBN 2021
Tumbuh 15,3 Persen, Penerimaan Pajak Tembus Rp953,6 Triliun hingga Oktober 2021 (FOTO:MNC Media)
Tumbuh 15,3 Persen, Penerimaan Pajak Tembus Rp953,6 Triliun hingga Oktober 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Hingga akhir Oktober 2021, penerimaan pajak hingga akhir mencapai Rp953,6 triliun atau telah memenuhi 77,56 persen dari target pada APBN 2021.Realisasi penerimaan Pajak tersebut tumbuh sebesar 15,3% (yoy). 

Hal ini diungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa November 2021 yang dilakukan secara daring pada Kamis (25/11). 

Sejalan dengan perbaikan ekonomi, pertumbuhan pendapatan negara yang kian membaik hingga akhir Oktober 2021 juga ditopang oleh peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai, serta PNBP. 

“Dari sisi penerimaan menunjukkan perubahan yang dinamis merefleksikan kondisi ekonomi dan dunia usaha yang sekarang mampu membayar pajak kembali karena kondisi bisnis mereka sudah mulai pulih,” terang Sri pada acara tersebut. 

Dari sisi penerimaan pajak, PPh Migas tumbuh 55,7% didorong oleh kenaikan harga komoditas minyak bumi dan gas bumi. Sedangkan PPh Non Migas tumbuh 8,9% yang komposisinya berasal dari pajak-pajak yang menunjukkan aktivitas ekonomi tumbuh positif.  

PPN tumbuh 20,4% didorong oleh PPN dalam negeri, dimana aktivitas ekonomi yang kembali normal dan PPN Impor yang menggambarkan kegiatan impor meningkat signifikan. Dari PBB tumbuh 1,2 persen ditopang oleh kenaikan PBB Perkebunan, dan pajak lainnya tumbuh 91,5% yang merupakan dampak penyesuaian tarif bea materai. 

“Penerimaan bea dan cukai sejak tahun lalu masih resilient dan sampai tahun ini masih tetap bertahan. Sampai dengan 31 Oktober 2021, penerimaan kita mencapai Rp205,78 triliun atau 95,73 persen dari target APBN, tumbuh sangat kuat 25,47 persen,” lanjut Sri. 

Seluruh komponen penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh positif. Kinerja komponen penerimaan yang berasal dari Cukai,  Bea Masuk (BM), dan Bea Keluar (BK) berturut-turut tumbuh 10,3% (yoy), 16,83% (yoy), dan 868,61%(yoy). 

“Jadi penerimaan bea cukai tahun ini cukup sangat baik, baik karena cukai yang masih dipertahankan cukup baik, dan sekarang dikontribusikan oleh bea masuk dan bea keluar yang mengalami momentum yang sangat tinggi akibat pemulihan ekonomi terutama ekspor impor,” sambungnya. 

Realisasi PNBP sampai dengan akhir Oktober 2021 mencapai Rp349,2 triliun atau 117,1% dari target dalam APBN 2021. Capaian realisasi PNBP tumbuh 25,2% tersebut utamanya didorong oleh kenaikan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp111,18 triliun, PNBP Lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD