AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Tunggu Pengesahan, UMK 2022 Kota Bandung Naik Jadi Rp3.742.276

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Jum'at, 26 November 2021 13:03 WIB
Dewan Pengupahan Kota Bandung usulkan UMK 2022 naik jadi Rp3.742.276,48 dan usulan tersebut menunggu pengesahan dari gubernur Jabar.
Tunggu Pengesahan, UMK 2022 Kota Bandung Naik Jadi Rp3.742.276(Dok.MNC Media)
Tunggu Pengesahan, UMK 2022 Kota Bandung Naik Jadi Rp3.742.276(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Dewan Pengupahan Kota Bandung mengusulkan kenaikan upah minimum kota (UMK) tahun 2022 sebesar Rp118.498,48 menjadi  Rp3.742.276,48. Usulan tersebut nantinya menunggu pengesahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Jika usulan tersebut disetujui, maka UMK Kota Bandung naik dari UMK 2021 sebesar Rp3.623.778. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi para buruh dan pengusaha yang telah menyepakati besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2021. Lewat musyawarah di Dewan Pengupahan, buruh dan pengusaha bersama Pemerintah Kota (Bandung) Bandung bisa memutuskan dengan musyawarah mufakat.

"Kenaikannya rasional. Alhamdulillah saya mengapresiasi kepada buruh yang menyampaikan aspirasinya tidak anarkis dan sangat komunikatif," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Jumat(26/11/ 2021).

Oded mengungkapkan, para buruh memang sangat berharap ada kenaikan UMK secara proporsional. Namun di sisi pengusaha, juga berharap kenaikannya tidak terlalu besar. Hingga akhirnya diputuskan di Dewan Pengupahan yang terdiri dari buruh, pengusaha, dan Pemkot Bandung.

"Di Bandung semua diselesaikan musyawarah dan tidak pernah ada deadlock. Mang Oded hanya menandatangani saja. Namun dalam putusan tersebut disertakan beberapa aspirasi buruh," jelas Oded.

Oded mengungkapkan, jauh sebelum penetapan UMK 2022, dia telah beberapa kali bertemu dengan perwakilan para buruh. Dalam sejumlah kesempatan tersebut, para buruh sering menyampaikan aspirasinya. "Buruh sering curhat ke Mang Oded. Ini sepertinya perlu dicontoh juga oleh buruh-buruh di daerah lain," kata Oded. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD