AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Turki Mau Habisi Kripto! Begini Pernyataan Perang Erdogan

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 19 September 2021 18:05 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki sedang berperang melawan mata uang kripto.
Turki Mau Habisi Kripto! Begini Pernyataan Perang Erdogan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki sedang berperang melawan mata uang kripto.

Pernyataan tersebut diucapkan Erdogan saat pertemuan dengan perwakilan pelajar dari 81 provinsi, yang bertempat di kota Mersin, pada Sabtu (18/9/2021).

Larangan terhadap aset kripto tidak serta-merta membuat Erdogan menyingkirkan kemungkinan pembuatan aset digital.

Erdogan mengaku tidak memiliki masalah dengan adanya aset digital, sejalan dengan pembuatan Lira digital (mata uang Lira digital) yang disiapkan pemerintah Turki untuk merespons perubahan pasar.

Namun, peredaran kripto di Turki merupakan sebuah ancaman dan peperangan yang perlu dilawan.

"Kami tidak akan memberi mereka (Kripto) fasilitas seperti itu (Lira digital). Karena kami akan melanjutkan perjalanan kami dengan uang kami, yang merupakan identitas fundamental kami terkait masalah ini." tuturnya, dilansir Bloomberg HT, Sabtu (18/9/2021).

Seperti diketahui, Turki gencar melarang peredaran uang kripto sebagai alat pembayaran untuk membeli barang ataupun jasa.

Pada April lalu, Bank Sentral Turki resmi melarang penggunaan kripto dengan alasan bahwa aset kripto tidak tunduk terhadap regulasi dan pengawasan.

Lembaga keuangan tertinggi ini meyakini bahwa penggunaan kripto dalam transaksi dapat merusak instrumen mata uang lokal.

Sebelum larangan itu muncul, volume transaksi kripto di Turki tercatat mencapai USD27 miliar hingga Maret 2021. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD