Menteri tersebut mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan penurunan signifikan cadangan strategis di beberapa negara, sehingga menimbulkan kebutuhan akan peningkatan investasi dan tingkat produksi yang lebih tinggi untuk mengimbangi kekurangan tersebut di masa depan.
Ia mencatat bahwa strategi produksi minyak UEA dirancang untuk menanggapi kondisi ini. (Wahyu Dwi Anggoro)