Tahun lalu, Trump mendorong disahkannya Undang-Undang (UU) Big Beautiful Bill. UU ini mengurangi beberapa pengeluaran tetapi juga memperpanjang dan menambahkan pemotongan pajak, yang menurut proyeksi Kantor Anggaran Kongres akan meningkatkan defisit sebesar USD3,4 triliun selama dekade berikutnya.
Beberapa pendukung berpendapat bahwa UU tersebut membantu memulihkan kendali fiskal, sementara para kritikus mengatakan bahwa UU tersebut memperburuk masalah utang.
Meningkatnya tingkat utang memiliki konsekuensi jangka panjang.
Para pembuat kebijakan dapat mempertimbangkan pemotongan pengeluaran, penyesuaian pajak, atau langkah-langkah fiskal lainnya untuk mengendalikan utang. Pertumbuhan ekonomi atau tarif dapat mengimbangi sebagian peningkatan defisit.
Pemilihan paruh waktu pada akhir 2026 akan menentukan seberapa agresif Kongres menangani masalah ini. (Wahyu Dwi Anggoro)