AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Utang Garuda (GIAA) Capai Rp199 T, Pengamat: Bisa Dibayar Jika Dikonversi Non-cash 

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Sabtu, 22 Januari 2022 16:16 WIB
Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih mampu membayarkan utang-utangnya yang mencapai Rp199 triliun.
Utang Garuda (GIAA) Capai Rp199 T, Pengamat: Bisa Dibayar Jika Dikonversi Non-cash . (Foto: MNC Media)
Utang Garuda (GIAA) Capai Rp199 T, Pengamat: Bisa Dibayar Jika Dikonversi Non-cash . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih mampu membayarkan utang-utangnya yang mencapai Rp199 triliun. Namun, hal ini bisa terjadi jika seluruh pembayaran dikonversi tidak menggunakan uang tunai, melainkan pembayaran tidak langsung (non-cash).

Saat ini, emiten penerbangan berkode GIAA tersebut tengah menjalankan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari Kreditur. Alvin menyebut utang kreditur dengan pola pembayaran konversi non-cash bisa dicicil selama 20 tahun tanpa bunga atau sebagian ditukar saham.

“Jadi yang saya tahu untuk pola pembayaran atau penyeledaian garuda itu adalah Garuda hanya membayar sebagian dari hutangnya. Mungkin kira-kira untuk setiap dolar AS yang dibayarkan hanya 20 persen dan itu dicicil (bon) selama 20 tahun sisanya dari saham,” kata Alvin saat dihubungi MNC PORTAL, Sabtu (22/1/2022).

Dari informasi yang dihimpun oleh Alvin Lie, ia menyampaikan banyak dari sejumlah kreditur yang sudah setuju dengan metode pembayaran non-cash atau dengan pola yang ditetapkan.

“Karena kalau Garuda pailit, kreditur-kreditur ini dapatnya lebih kecil dari pada itu, tak punya masa depan untuk mendapatkan keuntungan dari Garuda,” urainya.

Dengan begitu, Alvin menyebut pola atas pembayaran sebagian kecil sekitar 20 persen yang dicicil selama 20 tahun tanpa bunga dan sebagian di konversi jadi saham adalah  hal yang tepat.

“Jadi kalau mampu atau tidak, kalau utang tadi Rp199 triliun jika dibayar dan dihitung hanya dengan cash maka aset yang ada Garuda habis (tidak mampu), tapi kalau dikonversi dengan pola tadi bisa mampu dibayar secara bertahap Garuda (mampu),” Pungkasnya.

Ke depan, Alvin berharap dengan metode pembayaran yang telah ditawarkan Garuda dapat bisa memaksimalkan dan dapat diselesaikan, Garuda tetap sehat, dirampingkan dan tetap sehat dan tidak mengulang kejadian ini. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD