AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Utang RI Turun, Sri Mulyani: Menggembirakan

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 23 Juni 2022 17:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penerbitan utang yang dilajukan pemerintah mengalami penurunan drastis hingga 7,5 persen.
Utang RI Turun, Sri Mulyani: Menggembirakan. (Foto: MNC Media)
Utang RI Turun, Sri Mulyani: Menggembirakan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penerbitan utang yang dilajukan pemerintah mengalami penurunan drastis hingga 7,5 persen. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu atau year-on-year (yoy).

Dengan turunnya utang, maka Sri Mulyani optimis kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin sehat dan tahan terhadap berbagai guncangan ekonomi yang terjadi secara global.

"Ini menggambarkan tren yang sangat sehat dan menggembirakan, karena berarti keuangan negara, APBN kita terlindungi dari guncangan yang tadi saya sampaikan. Dengan tren suku bunga naik, SBN yield naik, dengan penurunan utang, kita akan terlindungi dengan baik," jelas Sri Mulyani.

Untuk pinjaman sendiri, Sri Mulyani mengatakan terjadi penurunan tajam terhadap utang RI, di mana besarannya mencapai 193,5 persen. "Ini yang menggambarkan bahwa sektor pembiayaan utang sedang kita konsolidasikan, disehatkan," paparnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengungkapkan proyeksi ekonomi di kuartal II tahun 2022 masih ada di kisaran 4,8-5,3%. Adapun indikator utama pendorong pertumbuhan adalah produksi dan konsumsi rumah tangga, yang memuncak saat momentum Ramadan-Idul Fitri.

"Itu di kuartal kedua growth kita antara 4,8% dengan upper end-nya di 5,3%. Kita mungkin memperkirakan akan lebih mendekati angka 5% daripada lower bound-nya," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022).

Menurut Sri Mulyani, masih akan memantau perkembangan di Juni ini dengan aktivitas yang masih sangat kuat, Kementerian Keuangan akan lebih optimis pertumbuhan ekonomi di kuartal II masih akan sangat kuat. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD