AALI
9950
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2270
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1385
ALKA
358
ALMI
300
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.42
-0.45%
-2.32
IHSG
6655.83
-0.56%
-37.57
LQ45
948.42
-0.48%
-4.53
HSI
24243.89
-0.57%
-139.43
N225
28362.45
0.85%
+238.17
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Vaksin Bagi Lansia, Epidemiologi: Interval Penyuntikan 28 Hari

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Senin, 08 Februari 2021 09:30 WIB
Coronavac, atau biasa dikenal vaksin sinovac diizinkan oleh BPOM untuk penduduk usia 60+ dengan interval penyuntikan 28 hari
Vaksin Bagi Lansia, Epidemiologi: Interval Penyuntikan 28 Hari  (FOTO: MNC Media)
Vaksin Bagi Lansia, Epidemiologi: Interval Penyuntikan 28 Hari (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac untuk penduduk usia 60 keatas atau kalangan lanjut usia (lansia). Persetujuan ini tertera dalam surat yang dikirimkan kepada PT Bio Farma (Persero). 

Dalam surat tersebut, BPOM telah menyetujui pemberian vaksin bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas setelah ‘memperhitungkan keadaan darurat’. Surat bernomor: T-RG.01.03.32.322.02.21.00605/NE tertanggal 5 Februari 2021 tersebut ditandatangani Kepala BPOM Penny Lukito. 

Persetujuan BPOM merupakan jawaban atas surat yang dilayangkan Bio Farma bernomor: EREG10040912100012 tentang perubahan obat Coronavac (vaksin Sinovac). 

Perubahan dimaksud mencakup dua hal. Pertama, perubahan indikasi untuk populasi lansia (60 tahun ke atas) dengan interval penyuntikan 0 dan 28 hari. Kedua, penambahan interval penyuntikan 0 dan 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). 

Merespon hal ini, Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono meminta agar Kementerian Kesehatan segera memberikan vaksin vaksin Covid-19 atau Coronavac dari Sinovac kepada para penduduk usia 60 tahun keatas. 

“Coronavac, atau biasa dikenal vaksin sinovac diizinkan oleh BPOM untuk penduduk usia 60+ dengan interval penyuntikan 28 hari. Kemenkes segera memberikan pada lansia secara sistematik, nakes lansia, penghuni rumah jompo dan sebagainya,” kata Pandu dalam seperti dikutip MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (7/2/2021). 

Dengan segera memberikan vaksinasi Covid-19 kepada para lansia ini, maka kata Pandu, pemerintah bisa menekan angka hospitalisasi atau angka keterisian rumah sakit dan kematian akibat Covid-19. “Kita dapat tekan hospitalisasi dan kematian Covid-19,” pungkas dia. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD