AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Virus PMK Menular Cepat, Sehari 225 Hewan Ternak yang Terpapar di KBB

ECONOMICS
Adi Haryanto
Selasa, 28 Juni 2022 12:04 WIB
Penularan PMK di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbilang cepat, hingga 225 ternak sehari.
Virus PMK Menular Cepat, Sehari 225 Hewan Ternak yang Terpapar di KBB (Dok.MNC)
Virus PMK Menular Cepat, Sehari 225 Hewan Ternak yang Terpapar di KBB (Dok.MNC)

IDXChannel - Penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbilang cepat. Alhasil hingga kini total tercatat sudah ada sebanyak 7.893 ekor hewan ternak yang terpapar penyakit yang bisa menimbulkan kematian pada hewan ini. 

"Penularan PMK ini terhitung cepat, angka penularannya dalam satu hari bisa sampai 225 ekor di dalam satu area yang berdekatan," sebut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan), KBB, Undang Husni Tamrin, Selasa (28/6/2022).

Undang menjelaskan, angka rata-rata itu diperoleh dari perhitungan jumlah kasus sejak tanggal pertama kali ditemukan hewan ternak yang terpapar PMK ke KBB yakni 27 Mei 2022 sampai hari ini. Sebab saat ini sudah ada 7.893 ekor hewan ternak yang terpapar PMK dan didominasi oleh sapi

"Angka rata-rata penularannya sampai 225 ekor per hari. Itu dihitung dari jumlah kasus hari ini dibagi 35 hari sejak PMK masuk ke KBB," sambungnya. 

Berdasarkan data yang tercatat di Dispernakan KBB hingga Minggu (26/6/2022), total hewan ternak yang tertular PMK sudah tercatat ada 7.893 ekor. Rinciannya terdiri dari 5.218 ekor sembuh, 148 ekor mati, dan 191 ekor dipotong bersyarat, dengan akumulasi kerugian sudah mencapai di atas Rp9 miliar lebih. 

Sebaran kasus itu paling banyak ditemukan di Kecamatan Lembang dengan jumlah hewan ternak yang terpapar 5.238 ekor. Terdiri dari sapi potong 27, sapi perah 5.207, dan domba/kambing 4 ekor. Diikuti Kecamatan Parongpong sebanyak 1.061 ekor, terdiri dari sapi potong 14 dan sapi perah 1.047 ekor.  

Kemudian di Kecamatan Cisarua total ada 965 kasus, Rongga 57, Gununghalu 42, Sindangkerta 5, Cihampelas 92, Cipongkor 4, Batujajar 50, Cipatat 19, Padalarang 9, Ngamprah 146, Cikalongwetan 147, Cipeundeuy 28. Sementara kecamatan yang tidak ditemukan kasus adalah Kecamatan Cililin dan Saguling. 

"Kami sedang upayakan program vaksinasi PMK agar penularan kasus tidak terus bertambah. Kepada peternak juga diimbau agar rajin membersihkan kandang, serta segera memisahkan ternak yang sakit dari yang sehat," pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD