Meskipun secara teoritis fenomena ini akan memberikan tekanan pada angka inflasi, baik dari sisi dorongan biaya (cost-push) maupun tarikan permintaan (demand-pull), BPS menyatakan sejauh mana dampak tersebut akan merembes ke ekonomi makro Indonesia masih memerlukan pengukuran lebih lanjut.
Hingga saat ini, BPS terus memantau potret di lapangan untuk melihat sejauh mana pergeseran musim memengaruhi pola tanam dan panen petani.
“Tetapi secara teori, ada push ada pull terkait inflasi itu bisa jadi akan berpengaruh. Tetapi sejauh mana pengaruhnya, belum diukur saat ini,” kata Sarpono.
(NIA DEVIYANA)