IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kompak menahan hingga pertengahan 2026 seiring meningkatnya risiko global dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin, Erwin Aksa mengatakan, jika konflik Timur Tengah Mereda dan rupiah kembali menguat, dunia usaha akan mulai merencanakan langkah ekspansi.
"Kalau kondisi geopolitik dan volatilitas pasar mulai mereda pada semester II-2026, dunia usaha kemungkinan akan mulai kembali lebih percaya diri melakukan ekspansi secara bertahap. Terutama jika stabilitas rupiah membaik, biaya logistik turun, dan daya beli domestik tetap terjaga," ujarnya saat dihubungi IDX Channel, Minggu (17/5/2026).
Erwin mengungkapkan, dunia usaha masih cenderung dalam posisi wait and see sambil melihat perkembangan global, terutama terkait arah suku bunga AS, stabilitas nilai tukar, konflik Timur Tengah, harga energi, serta kondisi permintaan ekspor dunia.
"Jadi pelaku usaha belum sepenuhnya menghentikan ekspansi, tetapi lebih memilih menahan laju ekspansi agresif sampai ada kepastian kondisi global lebih stabil," tutur dia.