Dia berharap, dalam beberapa bulan kedepan pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi makro, memperkuat kepastian regulasi, menjaga biaya energi dan logistik tetap kompetitif, serta memberikan stimulus bagi sektor padat karya dan industri berorientasi ekspor agar investasi dan penciptaan lapangan kerja bisa kembali bergerak lebih agresif.
"Secara umum dari komunikasi dengan pelaku usaha di berbagai sektor, memang terlihat kecenderungan dunia usaha menjadi lebih selektif dan berhati-hati dalam ekspansi. Terutama untuk industri yang sangat sensitif terhadap impor bahan baku, kurs, biaya energi, dan permintaan ekspor," kata Erwin.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam mengatakan, hampir 50 persen kalangan pengusaha menyatakan tidak melakukan ekspansi dalam 5 tahun ke depan.
Hasil survei juga menunjukan adanya keengganan dari pengusaha untuk melakukan serapan tenaga kerja. Ada sekitar 67 persen pengusaha menyatakan tidak minat untuk melakukan rekrutmen tenaga kerja baru.
"Hasil survei kita di Apindo, 50 persen perusahan tidak ada rencana untuk ekspansi dalam 5 tahun ke depan, ini jadi perhatian kuta dan 67 persen perusahaan tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru," ujarnya dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi I DPR RI, Selasa (14/4/2026).
(DESI ANGRIANI)