AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Wishnutama Sebut Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi dengan Regulasi Pemerintah

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti Dewi
Selasa, 25 Januari 2022 09:57 WIB
andemi Covid-19 membuat pengguna terakselerasi teknologi dengan cepat. Bukan hanya jumah pengguna saja, tapi juga inovasi.
Ilustrasi Teknologi
Ilustrasi Teknologi

IDXChannel - Pandemi Covid-19 membuat pengguna terakselerasi teknologi dengan cepat. Bukan hanya jumah pengguna saja, tapi juga inovasi di industri ini juga berjalan dengan sangat cepat

Namun demikian, kecepatan perkembangan teknologi ini harus diimbangi dengan regulasi yang ada.

"Pada saat inovasi terakselerasi, regulasi juga harus mampu mengimbangi itu," kata pengamat teknologi sekaligus praktisi media Wishnutama Kusubandio, saat dihubungi dalam panggilan telepon.

Sebagai sebuah negara, tuturnya, Indonesia harus  mempersiapkan regulasi ke arah sana. Sementara untuk mempersiapkan regulasi terhadap perubahan yang begitu cepat, perlu paham betul apa yang diatur, tidak bisa hanya setengah-setengah.

Lalu ia memberikan contoh, misalnya tentang televisi (TV), dimana industri ini sudah ada sejak tahun 1962, tapi regulasinya  hadir sudah puluhan tahun selalu terlambat.

"Oke, itu fenomena pada saat itu ya TV itu, tapi ini kan digital, begitu cepat ya," ujar pria yang akrab disapa Mas Tama  itu.

Cepatnya perkembangan teknologi terbukti dengan baru beberapa waktu lalu baru masuk disrupsi gelombang pertama dengan hadirnya e-commerce, lalu dilanjutkan dengan disrupsi gelombang kedua dengan adanya layanan teknologi finansial atau fintech, dan akan terus berlanjut disrupsi lainnya.

Jadi, bukan hanya talent atau sumber daya manusianya saja yang harus siap, tetapi juga dari segi regulasi harus dipersiapkan agar Indonesia tidak tertinggal. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD