AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Wishnutama Sebut Teknologi Hanya Berperan 30 Persen dalam Kesuksesan Digitalisasi

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 22 Oktober 2021 20:40 WIB
Wishnutama mengatakan transformasi digital tidka hanya ditentukan oleh teknologi.
Wishnutama mengatakan transformasi digital tidka hanya ditentukan oleh teknologi. (Foto: MNC Media)
Wishnutama mengatakan transformasi digital tidka hanya ditentukan oleh teknologi. (Foto: MNC Media)


IDXChannel - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus Ketua Dewan Pengarah ICCN Wishnutama Kusubandio mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Rakornas ICCN 2021 di Pontianak dan Singkawang.

"Rakornas ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berkonsolidasi dan merumuskan bersama arah gerak para insan kreatif di seluruh Indonesia. Tahun ini mengusung tema "Besehe, Bekrenah, Kite Kincah!" yang dapat diikhtisarkan sebagai "Semangat (Bergerak), Berkarya (Kreativitas dan Inovasi), Kita Lakukan Bersama (Berkolaborasi)"," ujar Wishnutama dalam Rakornas ICCN 2021 secara virtual
di Jakarta, Kamis(21/10/2021). 

Dia mengatakan, Indonesia memiliki memiliki banyak narasi kelokalan yang berpotensi kompetitif, bahkan di level global. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 514 kabupaten dan kota, 1.340 suku, 310 grup etnis, dan lebih dari 742 bahasa lokal.

"Ini adalah keunggulan domestik, bahan baku utama ibarat ladang minyak bagi para pelaku ekonomi kreatif. Sesungguhnya, bangsa yang bisa mengoptimalkan keunggulan-keunggulan ini adalah bangsa pemenang," terangnya.

Wishnutama menyampaikan, sebelum ke panggung global, bangsa Indonesia harus bisa menang di negerinya sendiri. Kehidupan saat ini diwarnai dua disrupsi, yakni disrupsi akibat pandemi Covid-19 dan juga disrupsi digital kedua.

"Kita harus bisa menganalisis peluang yang ada, dan memang disrupsi digital gelombang kedua ini didorong oleh adanya pandemi. Ada akselerasi transformasi digital yang begitu cepat, ada akselerasi inovasi, pengguna, teknologi, regulasi, dan kreativitas," tambahnya.

Saat ini, digitalisasi UMKM sedang berjalan dan terakselerasi sampai 16,4 juta, bertumbuh lebih dari 100% sejak awal pandemi.

 "Tapi ada salah kaprah, kita beranggapan bahwa transformasi digital ini transformasi teknologi, padahal keberhasilannya bukan hanya teknologi. Itu hanya 30% kunci sukses, yang terpenting adalah transformasi mindset dan business process, tanpa itu, kita masih melakukan dengan cara lama, mau teknologi secanggih apapun tidak akan pernah berhasil," jelas Wishnutama. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD