Direktur Utama Farmaku Iswandi Simardjo menyambut positif aksi korporasi ini. Menurutnya, bergabung dengan VIVA Apotek membuka peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.
“Menjadi bagian dari VIVA Apotek merupakan tonggak strategis bagi Farmaku. Perpaduan inovasi teknologi dan layanan digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat,” katanya.
Hingga akhir 2025, VIVA Apotek telah mengoperasikan 115 gerai di 44 kota dan kabupaten di Indonesia. Dengan bergabungnya Farmaku, jumlah gerai meningkat menjadi 125 unit di wilayah yang sama.
Ke depan, perusahaan juga ditargetkan dapat memperkuat strategi omnichannel melalui integrasi toko fisik dan platform digital, termasuk layanan WhatsApp Commerce yang memungkinkan pelanggan terhubung dengan jaringan apotek secara real-time.
Untuk diketahui, Farmaku saat ini mengoperasikan 10 gerai apotek dengan penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar.
(Dhera Arizona)