sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ARDI Minta LMKN Transparan, Keluhkan Royalti Turun dari Rp1,5 Miliar ke Rp25 Juta

Ecotainment editor Ravie Wardhani
08/04/2026 14:03 WIB
Besaran yang diterima Anugerah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI) menurun drastis, dari Rp1,5 miliar menjadi Rp25 juta saja pada periode pertama 2025.
ARDI Minta LMKN Transparan, Keluhkan Royalti Turun dari Rp1,5 Miliar ke Rp25 Juta. (Foto: Istimewa)
ARDI Minta LMKN Transparan, Keluhkan Royalti Turun dari Rp1,5 Miliar ke Rp25 Juta. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Ketua Anugerah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI), Ikke Nurjanah, mendesak Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk transparan dalam perhitungan pembagian royalti. 

Pedangdut ini mengatakan besaran royalti yang diterima lembaganya kini hanya Rp25 juta pada periode pertama 2025, padahal setahun sebelumnya ARDI mendapatkan royalti sebesar Rp1,5 miliar. 

“Untuk periode pertama, Januari sampai dengan Juni (2025) kami diinformasikan mendapatkan Rp25 juta dari total Rp6 miliar yang didapat oleh LMKN sebagai hasil penarikan," kata Ikke di Soneta Record, Depok, Selasa (7/4/2026). 

Jumlah ini membuat Ikke dan anggota lainnya mempertanyakan landasan perhitungan pihak Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Ikke juga mengklaim pihaknya tak dilibatkan dalam proses perhitungan royalti tersebut. 

“Jika sekarang hanya Rp25 juta. Bagaimana prosesnya? kami tidak tahu. Bagaimana kami mempertanggungjawabkan hal ini kepada anggota? Ini menjadi poin besar, karena kami tidak dilibatkan sehingga angka distribusi muncul di pertengahan tahun,” ujar Ikke. 

Oleh karena itu, Ikke pun menuntut LMKN bersikap transparan terkait skema perhitungan tersebut. 

“Masalah transparansi juga menjadi catatan. Kami belum mendapatkan transparansi tersebut. Kami ingin berprasangka baik, mungkin mereka akan memberi penjelasan, tapi ini sudah masuk 2026 dan belum ada sama sekali, serta kami tidak pernah diajak berdiskusi,” ungkap Ikke. 

Selain itu, Ikke menegaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat penolakan atas jumlah royalti tersebut. “Rp 25 juta itu kami melakukan surat penolakan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Ikke bahkan telah berupaya membuka komunikasi langsung dengan LMKN, tetapi belum menerima respons positif. 

“Makanya sampai sekarang kami juga ini maunya bagaimana ya? Setiap habis bertemu, kami ajak ngobrol, kami kasih masukan atau saling koreksi, tapi enggak ada kelanjutannya,” tutur Ikke. 

“Jadi hanya sebatas verbal, tapi secara teknis tidak pernah ada pembahasan lanjutan. Pokoknya keputusannya begini, terima,” tambahnya. 

Di akhir, ia berharap LMKN cepat merespons persoalan ini agar bisa diselesaikan dengan baik.  

“Padahal kita sangat terbuka karena tidak ingin ribut. Uangnya ada, datanya ada, kita juga ada, ya ngobrol lah. Kenapa jadi kita di sana, kami di sini,” tandasnya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement