AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1360
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1300
ALKA
296
ALMI
294
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.26
-0.07%
-0.33
IHSG
6554.91
-0.2%
-13.27
LQ45
938.13
-0.13%
-1.21
HSI
24247.54
0.02%
+3.93
N225
27044.27
-0.32%
-87.07
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Bens Leo Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karir hingga Sukses Menjadi Pengamat Musik

ECOTAINMENT
Vania Ika Aldida
Senin, 29 November 2021 10:49 WIB
Bens Leo sendiri merupakan suami dari seorang dokter spesialis gizi bernama Pauline Endang Praptini
Bens Leo Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karir hingga Sukses Menjadi Pengamat Musik (FOTO:MNC Media)
Bens Leo Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Karir hingga Sukses Menjadi Pengamat Musik (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Industri hiburan tanah air kembali berduka. Benediktus Hadi Utomo atau yang akrab disapa Bens Leo menghembuskan nafas terakhir hari ini. 

Bens merupakan seorang pengamat musik Indonesia. Lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 8 Agustus 1952. 

Sebelum meninggal dunia, Bens Leo dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran terpapar Covid-19. Tak hanya itu, kondisinya diketahui sempat menurun dan saturasi oksigennya naik turun. 

"Kondisi Mas Bens masih spt kemarin. Belum stabil. Dia dalam kondisi sadar penuh, namun masih sesak. FYI Mas Bens sdh 2 x vaksin Sinovac, Maret & April 2021," tulis kerabat dari Bens Leo, Niny Sunny, di akun Instagramnya beberapa waktu lalu. 

"Hasil lab CRP kemarin tiba2 angkanya naik 15 dari 3 (pertanda ada inflamasi), tp kemarin turun jadi 7. Begitu pula dg saturasinya. Kata Mbak Pauline, angka ini bisa lari2an. Tiba2 membaik bisa capai 97, tapi salah posisi tidur saja, bisa turun jadi 92," lanjutnya. 

Bens Leo sendiri cukup memiliki keahlian dibidang musik. Ia bahkan sempat menjadi anggota awal dalam tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Ia juga dikenal sebagai pencari bakat dan produser musik. Dirinya juga sempat memproduseri album hits milik Kahitna bertajuk Cerita Cinta. 

Karir Bens Leo berawal dari dirinya yang sempat gagal mengikuti pendidikan AKABRI, lantaran terlambat mendaftar di sekolah penerbangan Curug. Hal itu membuat dirinya sempat menemui salah satu anggota Koes Plus, Tonny Koeswoyo dan mewawancarainya. 

Hasil wawancaranya bersama Tonny rupanya dikirim ke salah satu portal media. Bahkan tulisannya sempat dimuat sebagai headline koran dengan judul; 'Sejarah Koes Plus Bersaudara'. 

Hal itu membuatnya direkrut untuk menulis di rubrik Seni Budaya. Bahkan ia diberi peluang oleh Tonny untuk mewawancarai Panbers, kemudian bergabung dengan majalah musik bernama Aktuil, dan mendapatkan nama Bens Leo. 

Bapak satu anak ini juga sempat meliput Festival Lagu Pop Indonesia. Ia juga sempat ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia di World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang. Bahkan ia juga sempat diundang atas nama pribadi sebagai wartawan musik dari Indonesia untuk meliput  World Popular Song Festival 1976 mendampingi  Guruh Soekarno Putra, Grace Simon dan Idris Sardi. 

Di 2000, Bens Leo diajak oleh Maci Gunawan untuk membangun media cetak khusus musik bernama NewsMusik. Namun pada 2003 ia memilih untuk mengundurkan diri. 

Bens Leo sendiri merupakan suami dari seorang dokter spesialis gizi bernama Pauline Endang Praptini. Dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai seorang anak bernama Addo Gustaf Putera.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD