AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Berjuang untuk Hidup, Kini Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Jadi Kurir Sepeda di Jerman

ECOTAINMENT
Syarifudin
Minggu, 29 Agustus 2021 06:38 WIB
Mantan menteri komunikasi afghanistan sekarang menjadi kurir sepeda di kota metropolitan Leipzig di Jerman.
Berjuang untuk Hidup, Kini Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Jadi Kurir Sepeda di Jerman (FOTO:MNC Media)
Berjuang untuk Hidup, Kini Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Jadi Kurir Sepeda di Jerman (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Mantan Menteri Komunikasi Pemerintah Afghanistan Syed Sadaat, saat pindah ke Jerman memiliki harapan besar untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dia sekarang menjadi kurir sepeda di kota metropolitan Leipzig di Jerman. 

Dia mengaku dikritik oleh beberapa orang di rumah karena mengambil pekerjaan sebagai kurir sepeda setelah memegang jabatan prestisius di pemerintahan Afghanistan selama 2 tahun. 

Jabatan sebagai menteri komunikasi ditinggalkannya pada 2018. Namun sekarang baginya, pekerjaan adalah masalah angka. 

“Saya tidak merasa bertanggung jawab apa-apa,” ungkap pria berusia 49 tahun itu, berdiri dengan seragam oranye di samping sepedanya. 

Dalam beberapa kesempatan, mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Syed Sadaat duduk bersama dengan perlengkapannya saat bekerja untuk layanan makanan Lieferando. 

“Saya berharap para politisi yang lain bahkan akan mengikuti jalan yang sama, bekerja dengan masyarakat umum dan tidak pernah bersembunyi begitu saja,” ungkap dia. 

Kisahnya turut mengungkap kekacauan yang terjadi di negara asalnya setelah Taliban merebut kekuasaan.

Keluarga dan teman-temannya juga ingin pergi dari Afghanistan, berharap dapat menumpang bersama puluhan ribu orang lain dalam penerbangan evakuasi atau mencari rute lain keluar dari negara itu. 

Karena penarikan pasukan AS semakin mendekati batas waktu, jumlah orang Afghanistan yang mencari suaka di Jerman telah meningkat lebih dari 130% sejak awal tahun, sebagai tanggapan terhadap Federal Workplace for Migration and Refugees. 

Namun sesuai masa lalunya, Sadaat berjuang keras mencari pekerjaan di Jerman yang sesuai dengan keahliannya. 

Dengan keahlian di bidang informasi dan telekomunikasi, Sadaat berharap mencari pekerjaan di bidang terkait. Namun tampaknya kemungkinannya sangat tipis. “Bahasa adalah bagian yang sangat kuat,” papar Sadaat yang juga memiliki kewarganegaraan Inggris. 

Setiap hari dia mempelajari bahasa Jerman selama 4 jam di fakultas bahasa sebelum memulai shift malam enam jam mengantarkan makanan untuk Lieferando, tempat dia memulainya pada musim panas ini. 

“Beberapa hari pertama mendebarkan dan sulit,” ungkap dia, menggambarkan masalah belajar mengendarai sepeda di kota besar. 

“Semakin Anda keluar dan semakin banyak orang yang Anda lihat, semakin banyak Anda diajar,” pungkas dia.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD