AirAsia baru-baru ini mengurangi jumlah penerbangan karena lonjakan harga bahan bakar. Perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran mengganggu pasar minyak global.
Baca Juga:
Namun, Fernandes mengatakan bulan lalu bahwa permintaan penerbangan tetap tinggi, dan dia optimistis AirAsia akan menjadi lebih kuat setelah krisis berakhir. (Wahyu Dwi Anggoro)