AALI
12200
ABBA
190
ABDA
6250
ABMM
3000
ACES
980
ACST
160
ACST-R
0
ADES
5700
ADHI
695
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3110
AGAR
330
AGII
1995
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
890
ALKA
294
ALMI
294
ALTO
195
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.99
-0.42%
-2.28
IHSG
6885.67
-0.41%
-28.47
LQ45
1012.33
-0.35%
-3.60
HSI
20079.32
-0.16%
-32.78
N225
26713.08
-0.13%
-35.06
NYSE
15290.38
1.69%
+254.51
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Daihatsu: Orang RI Belum Siap Menerima Mobil Listrik

ECOTAINMENT
Subhan/Kontributor Manado
Minggu, 23 Januari 2022 17:55 WIB
Pasalnya, berdasarkan kajian, orang Indonesia dianggap belum siap untuk menerima mobil listrik, salah satunya karena harganya yang masih sangat mahal.
Daihatsu: Orang RI Belum Siap Menerima Mobil Listrik (FOTO: MNC Media)
Daihatsu: Orang RI Belum Siap Menerima Mobil Listrik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Astra Daihatsu Motor belum berencana meluncurkan mobil listrik di Indonesia. Pasalnya, berdasarkan kajian, orang Indonesia dianggap belum siap untuk menerima mobil listrik, salah satunya karena harganya yang masih sangat mahal.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra mengatakan survei menunjukkan rakyat Indonesia belum siap untuk menerima mobil listrik

"Saya baru diundang jadi salah satu pembicara untuk surveinya SWA. SWA itu  mengadakan survei, belum resmi sih, Daihatsu juga mengadakan survei, hasilnya sama, ternyata rakyat Indonesia belum siap untuk menerima mobil listrik," kata Amelia Tjandra saat menghadiri Daihatsu urban fest 2022 di Manado, Minggu (23/1/2022).

Alasannya kata dia, pertama secara harga mobil listrik masih mahal. Disuruh beli dengan harga di atas 500 juta untuk mobil seperti itu buat mereka masih tanda tanya.

"Mendingan beli yang lain, lebih keren gitu," ujar Amelia.

Kedua, infrastruktur atau ekosistem untuk mendukung mobil listrik belum memadai. Kalau mau mengecas dimana, kan tidak semua tempat ada.

"Kalau saya pergi, katakan dari Manado ke Bitung, di Bitung habis, ngecasnya dimana, belum tentu ada. Jadi infrastruktur juga atau ekosistem untuk mendukung ini belum terlalu siap. Jadi masyarakat Indonesia masih tanya-tanya," tuturnya.

Yang ketiga masalah mental. Dengan kondisi di Indonesia yang sering banjir, apakah kalau pakai mobil listrik kesetrum atau tidak. Mental itu yang masih menjadi tanda tanya masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu kata dia, kalau melihat data, penjualan mobil listrik di Indonesia masih kecil, memang di dunia juga tidak terlalu besar, tetapi trend ke arah sana sudah terlihat.

"Toyota grup, Daihatsukan di bawah Toyota grup. Pada waktunya kami pasti akan mengeluarkan. Kan itu antara supply dan demand, kalau ada demand, harus kita supply, kalau demandnya tidak ada, mau disupply tidak ada yang beli. Pada waktunya nanti kami akan menyediakan sepanjang memang demandnya sudah keluar," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD