AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Hepatitis Akut Misterius Menyebar, Ahli Ini Ungkap Cara Menangkalnya

ECOTAINMENT
Arif Budianto/Kontributor
Rabu, 11 Mei 2022 10:28 WIB
Penyakit hepatitis akut misterius merebak di beberapa negara termasuk di Indonesia. Masyarakat diminta harus tetap waspada.
Hepatitis Akut Misterius Menyebar, Ahli Ini Ungkap Cara Menangkalnya (FOTO: MNC Media)
Hepatitis Akut Misterius Menyebar, Ahli Ini Ungkap Cara Menangkalnya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel Penyakit hepatitis akut misterius merebak di beberapa negara termasuk di Indonesia. Masyarakat diminta harus tetap waspada, pasalnya penyakit ini menular melalui pola hidup tidak sehat.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Dwi Prasetyo mengatakan, salah satu cara penularan hepatitis yaitu ditularkan melalui pola hidup yang tidak sehat. Prof. Dwi mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup higienis dan sering menjaga kebersihan tubuh. 

Utamanya adalah menjaga kebersihan tangan. Kendati demikian, masyarakat Indonesia telah banyak belajar menjaga kebersihan dari pandemi Covid-19, sehingga hal ini dapat memperkuat kewaspadaan masyarakat dalam menghindarkan diri dari penularan hepatitis misterius.

 “Masyarakat sudah punya pengalaman tentang hidup sehat dari Covid-19. Ini salah satu cara mencegahnya,” kata Prof. Dwi. 

Jika terindikasi tertular, Prof. Dwi menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Ciri umum yang mudah terlihat dari hepatitis adalah mata dan kulit yang menguning, warna urine kuning pekat, hingga memiliki gejala demam, mual, dan muntah. 

“Segera lapor ke Puskesmas. Sekarang tenaga kesehatan sudah diberikan pedoman dan penanganannya, mulai dari petugas kesehatan di tingkat primer. Kalau di luar kompetensinya, pasien akan dirujuk secara berjenjang,” tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD