AALI
9700
ABBA
288
ABDA
7400
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
191
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
820
ADMF
7525
ADMG
193
ADRO
2230
AGAR
354
AGII
1435
AGRO
1350
AGRO-R
0
AGRS
168
AHAP
71
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
840
ALDO
1480
ALKA
334
ALMI
278
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.67
-0.77%
-3.89
IHSG
6584.13
-0.45%
-29.93
LQ45
937.71
-0.75%
-7.11
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Ini Daftar Negara Paling Tak Sopan di Dunia Digital, Indonesia Peringkat ke-4

ECOTAINMENT
Andin Danaryati/Litbang
Rabu, 06 Oktober 2021 16:14 WIB
Indonesia menduduki peringkat 4 negara yang paling tidak sopan di Asia Tenggara, dengan nilai DCI 76.
Ini Daftar Negara Paling Tak Sopan di Dunia Digital, Indonesia Peringkat ke-4 (FOTO:MNC Media)
Ini Daftar Negara Paling Tak Sopan di Dunia Digital, Indonesia Peringkat ke-4 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Pada Februari 2021 lalu, perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi, Microsoft, merilis laporan tahunan bertajuk “Indeks Keberadaban Digital” atau “Digital Civility Index”. 

Indeks tersebut menunjukkan tingkat kesopanan pengguna internet atau netizen sepanjang tahun 2020. Survey itu bertujuan guna mendorong netizen agar dapat melakukan interaksi yang lebih sehat, aman dan saling menghormati di dunia maya. 

Dalam laporan yang didasarkan atas survey pada 16.000 responden di 32 negara ini, Afrika Selatan menduduki peringkat teratas sebagai negara yang paling tidak sopan di dunia dengan nilai DCI mencapai 81. Sementara, Indonesia menduduki peringkat 4 negara yang paling tidak sopan di Asia Tenggara, dengan nilai DCI 76. 

DCI atau skala keberadaban yang dimaksud dalam laporan survei ini terkait dengan perilaku berselancar di dunia maya dan aplikasi media sosial penduduk dalam suatu negara. Termasuk dalam pengukuran ini adalah risiko terjadinya penyebarluasan berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, diskriminasi, misogini, cyberbullying, trolling atau tindakan sengaja untuk memancing kemarahan. 

Tak hanya itu, DCI juga melihat aspek micro-aggression atau tindakan pelecehan terhadap kelompok marginal (kelompok etnis atau agama tertentu, perempuan, kelompok difabel, kelompok LGBTQ dan lainnya) hingga ke penipuan, doxing, rekrutmen kegiatan radikal dan teror, serta pornografi. Semakin tinggi skala DCInya, semakin rendah tingkat kesopanan pengguna internet di negara tersebut. 

Tahun 2019 di laporan tahunan yang sama, Indonesia juga menduduki peringkat pertama sebagai negara paling tidak sopan se-Asia Tenggara dengan perolehan skor DCI mencapai 67 poin, selisih sepuluh poin dibandingkan dengan tahun 2020. 

Perubahan ini dikarenakan adanya penurunan sebanyak 16 poin DCI dari kalangan orang dewasa, meskipun untuk kalangan remaja, angkanya tetap sama. Resiko terbesar Indonesia adalah maraknya berita hoax dan penipuan yang naik 13%, dan ujaran kebencian naik yang naik 5%. Sedangkan persentase diskriminasi yang dialami orang Indonesia turun 2% dibanding tahun lalu. 

Sejak pandemi, sebanyak 4 dari 10 responden survey ini menilai kesopanan pengguna internet Indonesia lebih baik dari tahun lalu. Namun, hampir 5 dari 10 orang mengaku terlibat dalam bullying dan 19% responden mengaku sebagai target.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD