AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Kalahkan Tesla Karena Tuduhan Penjualan Tak Sesuai Aturan, Warga China Ini Dapat Rp3,3 Miliar

ECOTAINMENT
Wahyu Sibarani
Selasa, 21 September 2021 16:28 WIB
Pengadilan Beijing, China memerintahkan Tesla agar membayar uang kerugian kepada Han Chao senilai 1.518 juta Yuan atau setara Rp3,3 miliar.
Kalahkan Tesla Karena Tuduhan Penjualan Tak Sesuai Aturan, Warga China Ini Dapat Rp3,3 Miliar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Warga Tianjin, China Han Chao berhasil mengalahkan Tesla selama 755 hari persidangan atas tuduhan penjualan mobil yang tidak sesuai dengan ketentuan. 

Pengadilan Beijing, China memerintahkan Tesla agar membayar uang kerugian kepada Han Chao senilai 1.518 juta Yuan atau setara Rp3,3 miliar. 

Uang itu merupakan gabungan dari uang kerugian yang dirasakan oleh Han Chao sebesar 1,319 juta Yuan. Sisanya adalah uang penggantian atas jumlah uang yang dikeluarkan Han Chao ketika membeli mobil Tesla Model S pada 2019 sebesar 379.700 Yuan. 

Tesla tidak bisa mengelak lagi dari putusan pengadilan tersebut. Pasalnya putusan tersebut merupakan putusan terakhir dari pengadilan tertinggi di China. Alhasil mereka tidak bisa lagi melakukan banding. 

Bagi Han Chao keputusan itu merupakan titik finish setelah berjuang selama 755 hari di meja hijau melawan Tesla. Peristiwa itu bermula pada Mei 2019 ketika Han Chao membeli mobil listrik bekas Tesla Model S . 

Saat membeli mobil listrik itu, tenaga penjual Tesla mengklaim mobil dalam keadaan sangat baik. Tidak pernah mengalami kerusakan, kebakaran, tabrakan atau kecelakaan besar. 

Sayangnya ketika berpindah tangan Han Chao justru menemukan banyak kejanggalan. Pada 24 Agustus 2019 tiba-tiba mobil mengeluarkan suara ledakan yang keras dan seketika mogok. "Mobil langsung mengeluarkan informasi di layar mobil. Saya tidak bisa keluar karena mobil benar-benar terkunci dan juga tidak bisa dinyalakan kembali," terang Han Chao. 

Saat diperiksa Tesla mengatakan kepada Han Chao hal itu adalah resiko membeli mobil listrik bekas. Mereka hanya memberikan sebuah skuter listrik kepada Han Chao jika Tesla Model S miliknya tiba-tiba mogok lagi. 

Tidak puas dengan pelayanan Tesla, Han Chao kemudian meminta Tianjin Motor Vehicle Judicial Appraisal Agency untuk memeriksa kondisi sebenarnya mobil itu secara menyeluruh. Dari situlah ketahuan kalau mobil listrik miliknya pernah mengalami tabrakan dan juga melakukan penggantian pilar. 

Mendapatkan informasi itu Han Chao kecewa karena merasa dibohongi saat membeli mobil. Gugatan ke pengadilan langsung diajukan agar Tesla bertanggungjawab. Dari situlah perjalanan lebih dari 2 tahun Han Chao melawan Tesla dimulai. 

Di setiap pengadilan Han Chao memang berhasil memenangkan gugatan. Hanya saja Tesla terus melakukan perlawanan hingga akhirnya pada September ini pengadilan Beijing mengeluarkan putusan terakhir. Dalam catatan pengadilan disebutkan langkah Han Chao mengikutsertakan pihak ketiga dalam penilaian kondisi mobil adalah hal yang tidak melanggar ketentuan. Hal itu sementara dianggap Tesla bukan langkah yang tepat karena yang berhak melakukan pengujian adalah mereka sendiri.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD