Namun, di tengah perubahan selera tersebut, Vita melihat ada satu kecenderungan yang semakin kuat, yakni wisatawan mulai tertarik pada pengalaman kuliner yang lebih lokal.
Makanan atau tempat makan yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar kini bisa ditemukan oleh wisatawan dari berbagai daerah setelah muncul di media sosial.
Menurut Vita, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi daerah-daerah yang selama ini belum banyak dikenal sebagai destinasi kuliner.
“Tren-tren yang hadir di Indonesia saat ini karena generasi Gen Z dan karena digital, ya, itu sangat menguntungkan. Artinya, daerah-daerah tersembunyi itu bisa kita dapatkan dari media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, bahkan melihat kecenderungan wisatawan saat ini bergerak ke arah “semakin lokal semakin istimewa”.