Menurutnya, makanan yang terlalu mainstream justru mulai ditinggalkan oleh sebagian generasi muda yang ingin menemukan sesuatu yang lebih unik dan berbeda.
“Semakin lokal semakin istimewa, semakin ada di sekitar kita semakin dicari,” kata Made.
Menariknya, tren tersebut tidak hanya terjadi di daerah atau pada makanan tradisional. Kawasan perkotaan seperti Blok M juga menjadi contoh bagaimana destinasi kuliner bisa tumbuh dari kombinasi antara lokalitas, keragaman makanan, dan kekuatan media sosial.
Made mengatakan Blok M bahkan tidak hanya populer di kalangan wisatawan domestik, tetapi juga mulai dikenal wisatawan mancanegara. Bahkan ia menyebut bahwa Blok M menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup diminati dan menjadi top of the list wisatawan Malaysia yang datang ke Jakarta.
“Blok M adalah salah satu destinasi yang cukup diminati dan top of the list jika wisatawan Malaysia datang ke Jakarta,” ujarnya.