Senada dengan Mario, Veda Ega Pratama mengaku tidak terbebani dengan tingginya ekspektasi masyarakat. Baginya, dukungan yang diberikan justru menjadi motivasi untuk tampil maksimal pada kesempatan berharga tersebut.
"Ekspektasi netizen tak ada tekanan, justru jadi motivasi bagi saya. Jika sudah dikasih kesempatan, saya harus memaksimalkannya," ujar Veda.
Dia berharap masyarakat Indonesia dapat memadati tribun Sirkuit Mandalika untuk memberikan dukungan langsung kepada dirinya dan Mario saat berlaga.
"Saya dan Mas Mario pasti akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Saya sudah tidak sabar merasakan atmosfer balapan di depan para pendukung sendiri. Semoga masyarakat Indonesia bisa memenuhi tribun sirkuit dan memberikan dukungan langsung kepada kami," imbuh Veda.
Sementara itu, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menilai tampilnya Mario dan Veda di MotoGP Mandalika menjadi bukti keberhasilan pembinaan pembalap nasional.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka menyebut hal ini tercermin dari tampilnya dua pebalap Indonesia, Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3 pada MotoGP Mandalika 2026 yang akan digelar pada 9-11 Oktober.
"Ini membuktikan bahwa proses pembibitan dan proses perjalanan atlet-atlet Indonesia itu bukan tong kosong bunyinya. Kehadiran sirkuit Pertamina Mandalika memberikan proses yang artinya sekarang kita bisa lihat sama-sama," kata Troy.
Meski demikian, Troy menegaskan pencapaian tersebut baru menjadi langkah awal. Menurutnya, perjalanan kedua pebalap tersebut masih panjang untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi di ajang balap internasional.