AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Pasar Taksi Terbang Diprediksi Tembus USD1,5 Triliun di 2040

ECOTAINMENT
Bertold Ananda
Rabu, 12 Januari 2022 16:11 WIB
Pasar UAM global akan meningkat sebesar 30 persen per tahun antara tahun 2021 dan 2040, sehingga menyentuh jumlah yang sangat besar sebesar USD1,5 triliun
Pasar Taksi Terbang Diprediksi Tembus USD1,5 Triliun di 2040 (FOTO:MNC Media)
Pasar Taksi Terbang Diprediksi Tembus USD1,5 Triliun di 2040 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Teknologi Urban Air Mobility (UAM) digadang-gadang sebagai salah satu teknologi mobilitas generasi berikutnya yang tidak hanya akan mengurangi lalu lintas di jalan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pergerakan kendaraan. 

Dilansir dari Hindustan Times, Rabu (12/01/2021) dengan dimulainya pembangunan infrastruktur Urban Air Mobility (UAM) oleh pemerintah Korea Selatan, diperkirakan pasar taksi udara akan tumbuh sebesar 1.700 triliun won pada tahun 2040. 

Morgan Stanley, sebuah perusahaan investasi AS, telah memperkirakan bahwa pasar UAM global akan meningkat sebesar 30 persen per tahun antara tahun 2021 dan 2040, sehingga menyentuh jumlah yang sangat besar sebesar USD1,5 triliun (sekitar 1.700 triliun won) pada tahun 2040. 

Hal ini akan memiliki keuntungan operasional pada energi ramah lingkungan. Teknologi tersebut  juga diharapkan dapat memecahkan masalah jaringan transportasi di kota-kota dengan populasi yang lebih tinggi. 

Porsche Consulting juga telah memberikan a memperkirakan bahwa setengah dari transportasi drone akan menjadi transportasi penumpang pada tahun 2035. 

Pada tanggal 28 Desember tahun lalu, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi menyetujui proyek percontohan UAM yang dipimpin swasta-publik 'Rencana Operasi Grand Challenge K-UAM,'. Dalam rencana tersebut  ditujukan untuk memverifikasi keselamatan dan menyiapkan sistem operasi dan standar teknologi sebelum dikomersialkan. 

Tahap pertama proyek 'Grand Challenge' akan dilakukan tahun depan di Pusat Uji Kinerja Penerbangan Komprehensif Nasional di Goheung, Jeollanam-do. Untuk demonstrasi tahap kedua, uji operasi akan dilakukan di jalur UAM bandara-kota, yang diharapkan menjadi yang pertama dikomersialkan pada tahun 2025. 

Aliansi 'K-UAM Dream Team', yang meliputi Hanwha System, SK Telecom, Korea Airports Corporation, dan Korea Transport Institute. Selain itu, perusahaan UAM Hyundai Motor Group 'Supernal' telah menandatangani kemitraan dengan tiga perusahaan, diantaranya meliputi  'Altitude Angel' Inggris, 'Sky Road' Jerman dan 'One Sky' AS. 

Kolaborasi itu dilakukan untuk bekerja sama dalam menetapkan standar industri. Korea Airports Corporation dan Hanwha System telah mendemonstrasikan teknologi canggih mereka. Pertama melakukan demonstrasi bandara UAM untuk pertama kalinya di Korea dan juga meluncurkan vertiport masa depan menggunakan sistem kontrol pesawat UAM terintegrasi dan terminal penerbangan bisnis. 

Taksi terbang atau mobil drone disebut-sebut lantas digunakan sebagai mode mobilitas generasi berikutnya yang akan membantu mengurangi lalu lintas di jalan. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD