“Museum ini sangat penting sekali buat edukasi terutama untuk generasi muda. Karena generasi muda harus tahu bahwa jendela masa depan kita ada di sini, sejarah semuanya di sini,” kata Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Kal Christian Tri Aryono saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).
Nilai sejarah dan fungsional yang cukup penting membuat eksistensi dan keberadaan museum ini harus terus dipertahankan di tengah laju modernisasi dan perubahan zaman. Di mana bayak generasi muda yang tidak tertarik untuk melihat sejarah.
Maka dari itu, museum satu ini bakal melakukan beberapa langkah strategis guna mempertahankan serta memperluas eksistensinya khususnya bagi kalangan anak muda. Salah satunya dengan menambah koleksi baru berupa pesawat Fokker 28 yang dulunya berfungsi sebagai angkutan VIP.
Nantinya, pesawat tersebut akan ditempatkan di bagian depan museum agar pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman masuk ke dalam kabin pesawat kepresidenan atau VIP.
“Paling depan itu adalah Fokker 28. Sesuai perintah Kasau, pesawat itu akan kita tempatkan di depan untuk edukasi bahwa pesawat VIP yang kita punya itu seperti apa. Jadi, nanti para pengunjung bisa masuk dan melihat langsung,” ucap dia.