“Untuk itu kita nanti akan pakai digitalisasi dan itu akan dimasukkan ke file kita. Jadi, memang lukisan-lukisan yang ada di sini itu sudah peninggalan saat museum ini berdiri, tidak ada tambahan kecuali lukisan mantan Kasau sebagai hadiah,” papar dia.
Pada sisi lain, Muspusdirla juga berencana membangun kembali suasana kejayaan dirgantara Indonesia sebagai kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara pada kurun waktu tahun 60-an. Nuansa tersebut bakal dibuat dengan pengadaan alutsista modern dan pesawat canggih.
“Pemerintah sekarang kan sudah memenuhi kriteria itu, pesawat-pesawat canggih sudah kita pesan. Mungkin Bapak dan Ibu tahu pesawat mana yang akan datang ke Indonesia, dan itu salah satu cara untuk menuju masa jaya seperti dulu lagi,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)