Adapun langkah praktis untuk melakukannya di rumah cukup fleksibel dan mudah dipraktikkan. Salah satunya dengan mengikuti petunjuk penggunaan cairan pembersih hidung.
“Teman-teman posisikan kepala sesuai petunjuk penggunaan, semprotkan atau alirkan larutan ke salah satu lubang hidung, lalu biarkan keluar melalui lubang hidung lainnya atau keluar bersama lendir. Setelah itu, ulangi pada sisi satunya,” tutur dr. Gia.
Banyak yang mengira cuci hidung hanya perlu dilakukan saat terserang flu atau hidung tersumbat. Padahal, membilas rongga hidung bisa dijadikan bagian dari self-care atau perawatan diri rutin, terutama bagi masyarakat metropolitan yang kerap berhadapan dengan kualitas udara yang kurang baik.
“Prosesnya sederhana dan umumnya terasa nyaman jika dilakukan dengan benar. Cuci hidung juga dapat dilakukan meski sedang tidak batuk pilek. Kalau kita sering terpapar debu, polusi, atau alergen, menjaga kebersihan rongga hidung bisa menjadi bagian rutinitas sehari-hari,” bener dia.
Di akhir penjelasannya, dr. Gia kembali menekankan pentingnya menggunakan produk yang teruji aman dan selalu membaca instruksi pemakaian. “Yang penting, gunakan larutan yang memang diperuntukkan bagi cuci hidung dan selalu ikuti petunjuk penggunaan dengan benar,” pungkas dr. Gia.
(Nadya Kurnia)