AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Siap-siap, Bentar Lagi Roket Milik SpaceX Bakal Meluncur di Januari 2022

ECOTAINMENT
Wahyu Sibarani
Jum'at, 19 November 2021 10:54 WIB
Saat ini SpaceX tengah berupaya keras mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk prosesi peluncuran
Siap-siap, Bentar Lagi Roket Milik SpaceX Bakal Meluncur di Januari 2022 (FOTO:MNC Media)
Siap-siap, Bentar Lagi Roket Milik SpaceX Bakal Meluncur di Januari 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - SpaceX, perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, berencana melakukan acara besar pada Januari 2022. Dilaporkan Spaceflightnow, perusahaan yang berbasis di Texas, Amerika Serikat itu akan meluncurkan roket terbesar di dunia ke luar angkasa. 

Saat ini SpaceX tengah berupaya keras mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk prosesi peluncuran seperti menyelesaikan konstruksi landasan peluncuran, pengujian darat, dan mendapatkan persetujuan peraturan dari Federal Aviation Administration (FAA). Jika semuanya telah mendapatkan lampu hijau maka roket setinggi 120 meter itu akan membuat catatan sejarah yang istimewa. 

"Kami berharap mendapatkan izin dari FAA di akhir tahun ini. Artinya upaya peluncuran bisa dilakukan Januari 2022, kalau pun tidak maka jalan di Februari 2022," ujar Elon Musk saat mengisi acara yang dihelat Space Studies Board and the Board on Physics and Astronomy baru-baru ini. 

Saat ini FAA diketahui tengah melakukan penelitian terhadap dampak lingkungan yang diberikan oleh roket terbesar di dunia terutama pada lokasi peluncuran yang ada di Boca Chica, Texas. Sebenarnya lokasi peluncuran itu sudah memiliki izin dari FAA. Hanya saja waktu itu izin diberikan untuk peluncuran roket dengan ukuran normal. Otomatis izin yang berbeda perlu diberikan mengingat ukuran roket yang akan diluncurkan sangat besar. 

Apabila dari penelitian itu tidak ditemukan dampak lingkungan baru dari penggunaan roket dengan ukuran yang sangat besar maka prosesi peluncuran dapat dijalankan. Sebaliknya jika ada dampak yang sangat khusus maka FAA akan melakukan penelitian lebih lanjut yang bisa memakan waktu hingga tahunan. 

Diketahui roket tersebut memang akan bekerja lebih besar dibandingkan roket-roket yang telah meluncur ke angkasa. Saat lepas landas, roket tersebut diperkirakan memiliki dua kali daya dorong dibanding roket biasa. Sebagai gambaran mesin utama pada roket Saturn V Apollo menghasilkan sekitar 35 meganewton (hampir 8 juta pon kekuatan) dari landasan. Sementara booster Super Heavy di roket SpaceX mencapai sekitar 70 meganewton. 

"Akan ada banyak resiko yang terjadi saat peluncuran perdana nanti. Jadi saya tidak bilang peluncuran akan berjalan mulus. Yang bisa saya katakan kami berhasil melakukan perkembangan yang sangat baik," jelas Elon Musk.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD