sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Stress Kerja, Lifestyle, dan Genetik Picu Hipertensi pada Anak Muda, Ini Penjelasan Dokter

Ecotainment editor Niko Prayoga
20/08/2026 12:07 WIB
Riwayat hipertensi dari keluarga dan gaya hidup memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko hipertensi pada usia muda.
Stress Kerja, Lifestyle, dan Genetik Picu Hipertensi pada Anak Muda, Ini Penjelasan Dokter. (Foto: Istimewa)
Stress Kerja, Lifestyle, dan Genetik Picu Hipertensi pada Anak Muda, Ini Penjelasan Dokter. (Foto: Istimewa)

dr. Tirta menuturkan bahwa sangat penting memantau angka sistolik dan diastolik. Tekanan darah normal berada di kisaran 120/80 mmHg. Jika angka sistolik mencapai atau melebihi 140 mmHg, seseorang sudah masuk dalam kategori hipertensi tahap pertama.

"Tekanan darah normal tuh adalah 120 tuh sistoliknya, per 80 mmHg. Di bawah itu masih normal. Di bawah 100 itu hipotensi, bisa pingsan orangnya. Di atas 140 itu hipertensi stage 1. Jadi kalau tekanan darahmu dari 100–140, ya, sistoliknya, itu masihlah aman. Kalau bawahnya, diastolik, itu yang sensitif. Normalnya kan 80, 70 masih aman. Tapi kalau sudah 90–100 diastoliknya, berarti kemungkinan ada hipertensi," tutur dr. Tirta.

Guna mencegah risiko komplikasi kardiovaskular di usia muda, ia menyarankan langkah pencegahan mendasar melalui perbaikan pola hidup secara menyeluruh.

"Jadi ubah gaya hidup, rajin olahraga, tidur teratur, dan kurangi stres kerja," pungkas dia.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement