“Dari situ, sekitar 5,2 juta mengalami retinopati diabetik. Kemudian 1,2 juta di antaranya memerlukan tindakan, baik laser, injeksi, bahkan operasi,” jelas Bayu.
Artinya, angka tersebut menunjukkan bahwa retinopati diabetik merupakan masalah kesehatan yang sangat besar di Indonesia. Karena itu, Bayu mengingatkan pentingnya penderita diabetes menjalani pemeriksaan mata secara rutin meski belum merasakan gangguan penglihatan.
“Sampai satu titik, pada penderita diabetes pasti akan muncul tanda retinopati. Kalau terdeteksi sejak ringan, penglihatan masih bisa dipertahankan. Tapi kalau tidak dimanajemen dengan baik, progresnya cepat hingga gangguan penglihatan berat, bahkan buta,” pungkasnya.
(Nadya Kurnia)