IDXChannel - Hubungan bisnis Indonesia dan Singapura diperkuat melalui sejumlah kerja sama baru. Singapore Business Federation (SBF) memperluas keterlibatannya dengan dunia usaha Indonesia melalui pertemuan dengan KADIN, penandatanganan nota kesepahaman dengan APINDO, serta penjajakan peluang investasi bersama Danantara.
Bersama KADIN, SBF membahas penguatan kerja sama di bidang digitalisasi perdagangan, dialog kebijakan, pengembangan kapasitas pelaku usaha, serta isu keberlanjutan dan dekarbonisasi.
SBF kemudian meneken MoU dengan APINDO untuk memperluas kemitraan bisnis lintas negara, dialog dunia usaha, serta pengembangan keterampilan dan pertukaran talenta Indonesia-Singapura.
Ketua SBF Mark Lee mengatakan kerja sama tersebut ditujukan untuk mengubah hubungan tingkat tinggi kedua negara menjadi peluang nyata bagi dunia usaha, khususnya dalam perdagangan lintas negara, investasi, dan pengembangan kapasitas.
“Dengan melanjutkan kemitraan bersama KADIN dan membangun kerja sama baru dengan APINDO, SBF berkomitmen menerjemahkan kerja sama tingkat tinggi menjadi peluang nyata bagi perusahaan, baik dalam perdagangan lintas negara, investasi, maupun pengembangan kapasitas,” kata Mark Lee.
Sementara itu, Ketua APINDO Shinta Kamdani menilai MoU tersebut bukan tujuan akhir, melainkan menjadi wadah untuk membangun koneksi bisnis, membuka peluang investasi, memperkuat talenta, serta membangun jaringan usaha yang lebih tangguh antara Indonesia dan Singapura.
“MoU ini bukanlah tujuan akhir, melainkan platform untuk membangun sesuatu bersama. Nilai sebenarnya akan terlihat dari koneksi bisnis yang tercipta, peluang investasi yang terbuka, serta kemampuan dan talenta yang semakin kuat,” ujar Shinta.
Di sisi investasi, SBF juga berdiskusi dengan Danantara mengenai prioritas Indonesia di sektor industri, infrastruktur, transisi energi, dan hilirisasi.
Penguatan kerja sama ini menjadi semakin strategis menjelang Singapura memegang Keketuaan ASEAN pada 2027, dengan fokus mendorong perdagangan intra-ASEAN, ketahanan rantai pasok, dan akses pasar regional bagi pelaku usaha.