AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Perang Dagang Memanas, Samsung ‘Ngungsi’ Tutup Toko Terakhir di China

IDXTAINMENT
Shifa Nurhaliza
Senin, 03 Agustus 2020 14:15 WIB
Samsung memutuskan menghentikan kegiatan produksi di pabrik komputer terakhirnya di China imbas dari perang dagang AS dan China.
Perang Dagang Memanas, Samsung ‘Ngungsi’ Tutup Toko Terakhir di China. (Foto: Ist)
Perang Dagang Memanas, Samsung ‘Ngungsi’ Tutup Toko Terakhir di China. (Foto: Ist)

IDXChannel – Imbas perang dagang Amerika Serikat dan China yang kian memanas, memaksa produsen perangkat elektronik asal Korea Selatan Samsung memutuskan menghentikan kegiatan produksi di pabrik komputer terakhirnya di negeri tirai bambu itu.

Samsung alihkan produksi dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu karena telah mengkaji ulang beban produksi rantai pasokan yang bertambah.

Dilansir Reuters, Senin (3/8/2020), berdasarkan laporan terbaru Canalys, di kuartal II-2020 Samsung mengirimkan 53,7 juta smartphone, turun 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penutupan pabrik tersebut yang dilakukan di tengah memanasnya perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) dan dengan pandemi Covid-19 belum tahu kapan berakhirnya membuat biaya tenaga kerja di China terus bertambah dan semakin mahal.

Dikutip South China Morning Post, akibat penutupan pabrik komputer milik Samsung tersebut, membuat 1.700 karyawan akan mengalami kehilangan pekerjangan yang tergolong kepada kontrak di Samsung Electronics Suzhou Computer. Namun,  hal itu tidak berlaku bagi yang bekerja di bidang penelitian dan pengembangan perangkat.

Terakhir kalinya Samsung mengirimkan perangkat dari China dengan jumlah besar pada 2012 dengan nilai USD4,3 miliar namun kian menurun setiap tahunnya hingga akhirnya di 2018 hanya senilai USD1 miliar.

“Namun begitu, China akan tetap menjadi pasar penting bagi Samsung. Kami pun akan terus menyediakan produk dan layanan superior produksi kami untuk para konsumen di China. Penutupan pabrik ini bukan berarti segalanya terhenti," kata pihak Samsung Electronics Suzhou Computer di China, seperti dikutip Reuters.

Sekadar diketahui, di awal 2019, Samsung secara resmi telah menutup pabrik smartphone terakhirnya di China yakni dua lokasi pabrik semikonduktor di wilayah Suzhou dan Xi'an. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD