AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Perang Dagang Memanas, Samsung ‘Ngungsi’ Tutup Toko Terakhir di China

IDXTAINMENT
Shifa Nurhaliza
Senin, 03 Agustus 2020 14:15 WIB
Samsung memutuskan menghentikan kegiatan produksi di pabrik komputer terakhirnya di China imbas dari perang dagang AS dan China.
Perang Dagang Memanas, Samsung ‘Ngungsi’ Tutup Toko Terakhir di China. (Foto: Ist)
Perang Dagang Memanas, Samsung ‘Ngungsi’ Tutup Toko Terakhir di China. (Foto: Ist)

IDXChannel – Imbas perang dagang Amerika Serikat dan China yang kian memanas, memaksa produsen perangkat elektronik asal Korea Selatan Samsung memutuskan menghentikan kegiatan produksi di pabrik komputer terakhirnya di negeri tirai bambu itu.

Samsung alihkan produksi dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu karena telah mengkaji ulang beban produksi rantai pasokan yang bertambah.

Dilansir Reuters, Senin (3/8/2020), berdasarkan laporan terbaru Canalys, di kuartal II-2020 Samsung mengirimkan 53,7 juta smartphone, turun 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penutupan pabrik tersebut yang dilakukan di tengah memanasnya perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) dan dengan pandemi Covid-19 belum tahu kapan berakhirnya membuat biaya tenaga kerja di China terus bertambah dan semakin mahal.

Dikutip South China Morning Post, akibat penutupan pabrik komputer milik Samsung tersebut, membuat 1.700 karyawan akan mengalami kehilangan pekerjangan yang tergolong kepada kontrak di Samsung Electronics Suzhou Computer. Namun,  hal itu tidak berlaku bagi yang bekerja di bidang penelitian dan pengembangan perangkat.

Terakhir kalinya Samsung mengirimkan perangkat dari China dengan jumlah besar pada 2012 dengan nilai USD4,3 miliar namun kian menurun setiap tahunnya hingga akhirnya di 2018 hanya senilai USD1 miliar.

“Namun begitu, China akan tetap menjadi pasar penting bagi Samsung. Kami pun akan terus menyediakan produk dan layanan superior produksi kami untuk para konsumen di China. Penutupan pabrik ini bukan berarti segalanya terhenti," kata pihak Samsung Electronics Suzhou Computer di China, seperti dikutip Reuters.

Sekadar diketahui, di awal 2019, Samsung secara resmi telah menutup pabrik smartphone terakhirnya di China yakni dua lokasi pabrik semikonduktor di wilayah Suzhou dan Xi'an. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD