AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1465
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2870
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
193
ADRO
1795
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
66
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
244
ALMI
240
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.05
1.37%
+6.85
IHSG
6549.88
0.65%
+42.20
LQ45
943.35
1.27%
+11.81
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Berhenti Kerja Karena Pandemi, Margono Bangkit Jadi Fotographer Usai Dimotivasi Istri

INSPIRATOR
Adi Haryanto
Rabu, 04 Agustus 2021 20:08 WIB
Indriyo Margono (49), pegawai swasta yang telah bekerja selama 21 tahun terpaksa berhenti kerja imbas pandemi dan beralih jadi fotographer.
Berhenti Kerja Karena Pandemi, Margono Bangkit Jadi Fotographer Usai Dimotivasi Istri. (Foto: MNC Media)
Berhenti Kerja Karena Pandemi, Margono Bangkit Jadi Fotographer Usai Dimotivasi Istri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Kenyataan pahit harus dialami banyak pekerja atau buruh imbas pandemi Covid-19 yang panjang dan belum dipastikan kapan akan teratasi, membuat sebagian masyarakat harus rela kehilangan pekerjaan atau usahanya gulung tikar. 

Hal itu yang kini dirasakan Indriyo Margono (49), pegawai swasta yang telah bekerja selama 21 tahun dan akhirnya harus berhenti bekerja akibat perusahaannya tak kuasa menahan badai pandemi.

Ayah dari seorang anak itu harus menerima kabar buruk menjadi salah satu karyawan yang harus berhenti kerja pada 2020 saat Covid-19 sedang berada di berada di puncak kasus. Padahal pekerjaannya itu selama ini menjadi pintu rejeki bagi istri dan anaknya.

Sempat merasakan perasaan down yang luar biasa dan panik karena beban kehidupan yang harus ditanggung dalam mengarungi masa sulit di tengah pandemi. Perlahan-lahan dirinya mulai bangkit dan menyadari jika 'menyerah' bukan pilihan karena roda kehidupan terus berputar.

"Wajarlah sebagai seorang pekerja yang setiap bulan mendapat kepastian penghasilan dan tiba-tiba gak ada, pasti panik. Namun berkat dorongan dan semangat dari istri, saya kemudian punya semangat lagi untuk berusaha," kata warga Jalan Central, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Rabu (4/8/2021).

Sang istri terus meyakinkan dirinya bahwa meski tidak bekerja tapi bisa mencari rejeki dari bidang lain. Pria berdarah Jawa ini memang memiliki keahlian dibidang fotografi dan pembuatan website yang dipelajarinya secara autodidak dengan belajar dari rekan kerjanya dulu.

Percaya diri dengan kemampuannya dan mendapat support dari sang istri, pria yang akrab disapa Indra ini kemudian mulai merintis usahanya secara mandiri. Hal pertama yang dilakukannya adalah menjalin komunikasi dengan jaringan teman-temannya yang ternyata terbuka peluang untuk bekerja sama.

Menurutnya, dari sana mulai terbangun kerja sama dan trust dari klien-klien yang baru. Seperti permintaan untuk pembuatan website bagi perusahaan atau pelaku usaha yang ingin menampilkan produk mereka dalam website yang dikelola secara personal.

Kemampuannya dalam fotografi juga jadi bisa dimanfaatkan untuk usaha yang bersifat komersil. Ini dikarenakan banyak teman-temannya yang meminta agar produk mereka difoto untuk ditampilkan dalam media promosi.

Indra menyebutkan hobi dan pekerjaannya sebagai fotografer artistik dimana produk yang difotonya harus punya cerita dan berbeda dari yang lain walaupun objeknya tetap sama. Kini seiring berjalannya waktu banyak klien-klien baru yang menghubunginya bahkan ada yang dari Yogyakarta untuk dibuatkan media promosi.

"Alhamdulilah meski berhenti kerja karena imbas Covid-19, saya masih punya keahlian yang bisa dimanfaatkan. Jadi tetap sibuk. Bahkan saudara-saudara banyak yang tidak tahu kalau saya sudah berhenti kerja dan usaha sendiri, nyangkanya masih bekerja di tempat dulu, karena jalan-jalan terus," pungkasnya.

Sementara itu, para pekerja yang terpaksa berhenti imbas pandemi Covid-19 diungkapkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mendapatkan subsidi gaji. Sebelumnya diketahui bahwa Pemerintah melalui memberi bantuan langsung tunai atau BLT Subsidi Gaji Rp1 juta untuk mengurangi dampak PHK dan meningkatkan daya beli masyarakat dengan total anggaran Rp8,8 triliun menjadi angin segar bagi para pekerja.

Sebanyak 8,7 orang akan mendapat manfaat BLT subsidi gaji ini bagi yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Bagi masyarakat yang sedang terdampak pandemi, bantuan ini bagaikan rezeki nomplok mengingat kebutuhan pokok yang harus dipenuhi atau dilunasi. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD