AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Cerita Pebisnis Ayam Geprek, dari Gerobak hingga Ekspansi ke Mal-mal

INSPIRATOR
Lukman Hakim
Rabu, 27 Juli 2022 08:36 WIB
Ekspansi ini dilakukan setelah selama pandemi COVID-19 yang berlangsung dalam dua tahun terakhir, membuat omzet perusahaan turun tajam hingga 90 persen.
Cerita Pebisnis Ayam Geprek, dari Gerobak hingga Ekspansi ke Mal-mal. (Foto: MNC Media)
Cerita Pebisnis Ayam Geprek, dari Gerobak hingga Ekspansi ke Mal-mal. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ayam geprek kini menjadi salah satu menu makanan yang semakin banyak gemari masyarakat. Melihat peluang pasar yang begitu menjanjikan, brand Kaak Ayam Geprek! (KAG) untuk pertama kalinya ekspansi ke mal dengan membuka outlet di food court Royal Plaza Surabaya, Selasa (26/7/2022).

Ekspansi ini dilakukan setelah selama pandemi COVID-19 yang berlangsung dalam dua tahun terakhir, membuat omzet perusahaan turun tajam hingga 90 persen.

"Sejak merintis usaha ayam geprek warungan (gerobak) pada 2014 di Surabaya, saya upayakan selalu ada perkembangan. Setelah model warung, saya memberanikan diri membuka usaha di ruko, mini store yang hanya melayani online dan take away, dan kini merambah mal," kata Founder KAG, Ferry Setiawan.

Selama ini, kata dia, outlet KAG di kota Surabaya yang berdiri di kawasan dekat sekolah maupun perguruan tinggi. Hal itu karena KAG sejak tahun 2014 menyasar segmen para pelajar dan mahasiswa. Namun pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 dengan adanya pembatasan dan sekolah online membuat outlet di kawasan sekolah dan kampus sepi.

"Maka kami mencari peluang untuk mendapatkan stan (Royal Plaza) di sini," terangnya.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur (Jatim) ini menjelaskan, kinerja industri food and beverage tahun 2022 itu sudah mulai membaik. Bahkan sudah hampir sama dengan tahun 2019 atau sebelum pandemi. Tahun 2019 ke pandemi drop hingga 90 persen.

"Saat ini sudah berangsur naik ke angka 50 persen. Saya yakin ke depan akan naik lagi karena perkuliahan sudah digelar tatap muka dan itu peluang bagi kami," ujarnya.

Saat ini, total saat ini ada 7 outlet KAG di Kota Surabaya. Selain di Surabaya, KAG juga ada di Bali, Solo, Sidoarjo, Kediri, Mojokerto, Jakarta, Malang, hingga Labuan Bajo.

Selanjutnya, KAG siap ekspansi di dua mal lagi di Kota Surabaya, yaitu di Pakuwon Trade Center (PTC) dan Ciputra World Surabaya (CWS) sebelum akhir tahun 2022 ini.

"Setelah delapan tahun (KAG) berdiri yang berawal dari gerobak, kami memberanikan diri ekspansi di mal," ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD