AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kisah Nadine Jualan Cemilan Usai Kena PHK hingga Cuan Ratusan Juta

INSPIRATOR
Heri Purnomo
Minggu, 15 Mei 2022 06:56 WIB
Masa pandemi Covid-19 membuat sebagian orang harus kehilangan pekerjaannya akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kisah Nadine Jualan Cemilan Usai Kena PHK hingga Cuan Ratusan Juta. (Foto: MNC Media)
Kisah Nadine Jualan Cemilan Usai Kena PHK hingga Cuan Ratusan Juta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Masa pandemi Covid-19 membuat sebagian orang harus kehilangan pekerjaannya akibat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, hal itu justru membuat mereka kehilangan semangat, bahkan ada yang sukses beralih menjadi pengusaha hingga mendulang sukses.

Itulah yang dialami oleh Nadine Fathia (21) wanita asal Bandung. Kini, dia menggeluti usaha cemilan berupa Basreng (Baso goreng), tempe kering dan 11 cemilan lainya. Bahkan saat ini omzet yang didapatkan dari hasil jualan cemilan kering sudah mencapai Rp100 juta per harinya. 

"Omzet per hari kalau misalkan sekarang tanpa aku aksi (Ngonten atau live) bisa di Rp50 juta per hari, sedangkan kalo aku ngonten atau live bisa Rp100 juta per hari," beber Nadine, dikutik MPI dari youtube Kawan Dapur, Sabtu (14/5/2022). 

Nadine mengatakan bahwa produk nya ia jual mulai dari harga Rp10 ribu sampai Rp100 ribu dan hanya di jual melalui online saja, bahkan produknya sudah mencapai luar negeri. 

"Sampai ke Taiwan, ke Malaysia, ke China dan Jepang, tapi memang rata-rata masih orang Indonesia juga yang kerja di sana," ujarnya. 

Nadine menjelaskan ide jualan cemilan tersebut berasal dari orangtuanya, ia hanya bertugas sebagai marketing.

"Semua yang punya ide bikin cemilanya itu dari orangtuaku, jadi yang bikin orangtua, aku marketingnya," terang dia. 

Ia menjelaskan usahanya berdiri sejak juni 2020. Untuk awal proses usahanya hanya dengan modal Rp300 ribu, itupun dari sisa gaji yang masih tersisa.

"Dari modal Rp300 ribu, aku belanja ke pasar, mamah aku yang buat dan aku pasarin, dan banyak yang suka akhirnya jadi seperti ini," katanya. 

Nadine mengaku saat ini usahanya bisa memproduksi sekitar 1 ton sampai 2 ton basreng per hari belum termasuk cemilan lainnya dan terdapat 55 karyawan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD