AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kisah Penjual Siomai, Kumpulkan Recehan untuk Pergi Haji Bareng Keluarga

INSPIRATOR
Novi Fauziah
Rabu, 11 Mei 2022 00:10 WIB
Heboh penjual siomai mengumpulkan uang pecahan Rp1000 untuk biaya pergi haji. Perjuangan tersebut dilakukan oleh warga Aceh bernama Nurkhalis dan istrinya.
Kisah Penjual Siomai, Kumpulkan Recehan untuk Pergi Haji Bareng Keluarga. (Foto: Dok/Kemenag)
Kisah Penjual Siomai, Kumpulkan Recehan untuk Pergi Haji Bareng Keluarga. (Foto: Dok/Kemenag)

IDXChannel - Heboh penjual siomai mengumpulkan uang pecahan Rp1000 untuk biaya pergi haji. Perjuangan tersebut dilakukan oleh warga Aceh bernama Nurkhalis dan istrinya, Siti Maftuhah, beserta anaknya Tgk Ali Mamuti.

Sontak suasana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, Idi Rayek menjadi heboh.

Nurkhalis beserta istri dan anaknya membawa tumpukkan uang logam, serta uang kertas pecahan Rp1.000 dan Rp2.000 dengan niat mendaftarkan haji.

Sebelumnya, pada 24 Agustus 2020 Nurkhalis juga sempat datang untuk mendaftarkan haji untuk istrinya, dengan membawa recehan uang logam. Ia dan keluarganya tinggal di Kampung Akoja Kecamatan Alue Ie Mirah.

Lokasi kawasan ini relatif jauh dari ibu kota Aceh Timur.

Nurkhalis menjelaskan, bahwa ia dan istrinya sudah menabung untuk pergi haji sejak 24 Agustus 2020, meskipun hanya dengan uang recehan tapi ia yakin bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

Semangat dan niat yang besar Nurkhalis dan keluarganya untuk pergi haji diapresiasi oleh Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur, Salman. Ia berharap kesungguhan pasangan suami-istri ini bisa menyemangati warga dan kaum muda untuk menabung dan mendaftar haji.

"Ini merupakan sejarah yang tak terlupakan dari keluarga Bapak Nurkhalis dan Ibu Maftuhah, ada calon jamaah Embarkasi Haji Aceh (BTJ) yang mendaftar haji menggunakan uang receh," ujar Salman seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI.

Kemudian Nurkhalis dan keluarganya masih harus bersabar, dan terus berjuang mengumpulkan bekalnya lagi. Sebab mereka harus menunggu antrean haji selama 32 tahun untuk kloter Aceh. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD