AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Kisah Sukses Pendiri Bank BCA Sudono Salim, Masuk Jajaran Orang Terkaya Indonesia

INSPIRATOR
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Sabtu, 06 Agustus 2022 12:18 WIB
Kisah sukses pendiri bank BCA Sudono Salim menjadi salah satu kisah yang inspiratif dalam membangun bisnis
Kisah Sukses Pendiri Bank BCA Sudono Salim, Masuk Jajaran Orang Terkaya Indonesia (Foto: MNC Media)
Kisah Sukses Pendiri Bank BCA Sudono Salim, Masuk Jajaran Orang Terkaya Indonesia (Foto: MNC Media)

IDXChannel Kisah sukses pendiri bank BCA Sudono Salim menjadi salah satu kisah yang inspiratif dalam membangun bisnis.

Sudono Salim merupakan pendiri dari Salim Group yang memiliki banyak sekali anak perusahaan, seperti Indofood yang menjadi produsen mi instan terbesar dan juga Bogasari yang bergerak sebagai produsen tepung terbesar. Selain itu, Salim Group juga memiliki perkebunan kelapa sawit dan konsesi penebangan.

Kisah Sukses Pendiri Bank BCA

Setiap kesuksesan tentu memiliki cerita atau kisah yang inspiratif. Nah, sebenarnya bagaimanakah kisah sukses pendiri bank BCA Sudono Salim dalam mendirikan bisnisnya tersebut?

Soedono Salim atau Sudono Salim memiliki nama asli Liem Sioe Liong. Ia lahir di Fuqing, Fujian, Cina, pada 16 Juli 1916 dan wafat pada 10 Juni 2012. Ia diketahui merupakan anak dari keluarga kurang berada yang berprofesi sebagai petani Fujian. 

Di usianya yang menginjak 15 tahun, Sudono Salim terpaksa putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan baginya untuk melanjutkan sekolah. Ia pun akhirnya membantu sang ayah untuk berjualan mi di dekat desanya. 

Kisah suksesnya dimulai ketika Sudono Salim memutuskan untuk mengikuti jejak kakaknya untuk pergi merantau ke Indonesia pada 1939. Ia berangkat dari Fukien menuju Amoy di mana ada sebuah kapal dagang milik Belanda yang membawanya untuk menyebrangi laut Cina. Pada saat itu, Ia membutuhkan waktu satu bulan untuk sampai di Indonesia. 

Saat sampai di Indonesia, Liem memutuskan untuk berhenti di Kota Kudus yang saat itu terkenal sebagai pusat pabrik rokok kretek. Sejak tinggal di Kudus, Liem terlatih untuk menjadi seorang supplier cengkeh. 

Setelah menikah, Liem semakin menekuni bisnisnya sehingga bisa berkembang dengan cukup pesat. Namun, ketika Jepang mulai menjajah Indonesia, usahanya mengalami kebangkrutan. Ia juga sempat mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah. Ia pun akhirnya memutuskan untuk pindah ke Jakarta.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD