AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
843,806 / gram

Intip Kisah Sukses Pendiri Lotte, Jualan Permen Karet hingga Jadi Konglomerat Korea

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Jum'at, 05 Agustus 2022 12:10 WIB
Kisah sukses pendiri Lotte, salah satu perusahaan multinasional Korea Selatan, menginspirasi banyak orang.
Intip Kisah Sukses Pendiri Lotte, Jualan Permen Karet hingga Jadi Konglomerat Korea. (Foto: MNC Media)
Intip Kisah Sukses Pendiri Lotte, Jualan Permen Karet hingga Jadi Konglomerat Korea. (Foto: MNC Media)

IDXChannelKisah sukses pendiri Lotte, salah satu perusahaan multinasional Korea Selatan, menginspirasi banyak orang. Anda tentu sudah tak asing dengan swalayan Lotte Mart atau produk permen karet dengan brand Lotte? 

Perusahaan asal Negeri Ginseng ini bahkan telah tersebar ke berbagai negara di dunia, salah satunya Indonesia. Namun, siapa sangka di balik kesuksesan Lotte, ada kisah dan perjuangan panjang seorang pengusaha yang berhasil melewati masa sulit Perang Dunia II ini. 

Bagaimana kisah sukses pendiri Lotte hingga berhasil menjadi perusahaan terbesar ke-5 di Korea Selatan? IDXChannel merangkum kisahnya sebagai berikut.  

Kisah Sukses Pendiri Lotte

Dibalik kokoh dan suksesnya Lotte Group, ada kisah menarik dari sang pendiri yakni Shin Kyuk-ho. Konglomerat sukses kelahiran 3 November 1921 itu memang telah memiliki ketertarikan pada dunia bisnis sejak kecil. Shin Kyuk-ho sempat merantau ke Jepang untuk menempuh pendidikan di Universitas Waseda pada 1941. Tak lama setelah masa perantauannya, Shin Kyuk-ho lantas memutuskan membangun sebuah pabrik penanak nasi dengan modal pinjaman sebesar 60.000 yen. 

Sayangnya, pabrik Shin Kyuk-ho harus hancur akibat ledakan bom udara pasukan Sekutu karena pada masa itu Jepang tengah menghadapi fase kekalahannya atas Sekutu. 
Meski Kyuk-ho harus merelakan pabriknya terkubur, ia tak menyerah untuk terus membangun bisnis. Beberapa tahun berikutnya yakni pada 1948, Kyuk-ho mendirikan perusahaan yang fokus pada produksi permen karet dengan nama Lotte. 

Perusahaan ini pun terus berkembang dan sangat sukses, bahkan berhasil menjadi perusahaan multinasional yang besar. Berkah rasa permen karetnya yang khas, perusahaan ini sangat mudah menarik pelanggan dan menembus pasar. Pada 1963, Kyuk-ho melalui Lotte bahkan mampu mempekerjakan hingga 3.000 pegawai. Keberhasilan bisnis permen karet ini pun akhirnya membuat Shin Kyuk-ho merambah ke model bisnis lain seperti cokelat, konveksi, hingga properti.

Meski sudah sukses dengan bisnisnya yang ia mulai di Jepang, Kyuk-ho tak melupakan negeri asalnya. Pada 1966, Shin Kyuk-ho memutuskan untuk kembali dan membawa binsinya itu ke Korea Selatan. 

Shin Kyuk-ho Menjadi Orang Terkaya 

Sepulangnya Shin Kyuk-ho dari Jepang, pebisnis asli Korea Selatan ini kemudian bergabung dengan aliansi pebisnis Korea Selatan lainnya. Bersama aliansi ini, Kyuk-ho menjalin kerja sama untuk membangkitkan kembali ekonomi negaranya pasca perang. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD