AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Siapa Pemilik Sriwijaya Air? Maskapai Swasta Terbesar di Indonesia 

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Senin, 27 Juni 2022 10:01 WIB
Siapa pemilik Sriwijaya Air? Banyak orang belum mengetahui sosok di balik salah satu maskapai swasta terbesar di Indonesia dilihat dari jumlah armadanya ini.
Siapa Pemilik Sriwijaya Air? Maskapai Swasta Terbesar di Indonesia. (Foto: MNC Media) 
Siapa Pemilik Sriwijaya Air? Maskapai Swasta Terbesar di Indonesia. (Foto: MNC Media) 

IDXChannel – Siapa pemilik Sriwijaya Air? Banyak orang belum mengetahui sosok di balik salah satu maskapai swasta terbesar di Indonesia jika dilihat dari jumlah armadanya ini. Maskapai yang membidik penerbangan domestik dengan harga terjangkau ini menjadi salah satu maskapai yang banyak diminati masyarakat Indonesia. 

Lantas, siapa pemilik Sriwijaya Air? Bagaimana perjalanan perusahaan aviasi ini bisa menjadi salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia? Simak penjelasannya dalam ulasan IDXChannel berikut ini!

Siapa Pemilik Sriwijaya Air?

Siapa Pemilik Sriwijaya Air

Chandra Lie Salah Satu Pemilik Sriwijaya Air (YouTube/ Sriwijaya Air)

Sriwijaya Air merupakan maskapai terbesar ketiga di Indonesia yang didirikan oleh empat pengusaha. Mengutip dari laman resmi Sriwijaya Air, keempat pendiri maskapai ini adalah Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim. 

Chandra Lie mengawali bisnis penerbangan ini hanya berbekal satu unit Boeing 737-200 pada tahun 2003 silam. Pesawat itu melayani rute Jakarta menuju Pangkal Pinang, kampung halamannya, pulang-pergi. Kemudian, melayani rute Jakarta-Palembang, Jakarta-Jambi, dan Jakarta-Pontianak. Hingga pada akhir 2004, Sriwijaya Air berhasil mendatangkan lagi empat unit Boeing 737-200.

Pada awalnya, Chandra Lie bukanlah seorang yang sudah malang melintang di industri Aviasi. Ia justru merupakan seorang pengusaha garmen. Bisnis itu mulanya ia geluti dengan modal kecil yakni 7 mesin untuk memproduksi pakaian. Kepiawaian bisnisnya mampu membuat bisnis itu terus berkembang hingga Chandra Lie mampu memiliki 150 mesin. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD