Nasib BREN dan DSSA di MSCI
BEI sebelumnya telah merilis pengumuman saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) per 2 April 2026 berdasarkan struktur kepemilikan saham scrip dan scripless per 31 Maret 2026 sebagai salah satu upaya penguatan transparansi pasar modal Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari proposal yang telah diajukan kepada global index providers, termasuk MSCI, untuk meningkatkan kualitas dan investabilitas pasar.
Menurut BEI, pengumuman HSC tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran pasar modal.
Sorotan utama pelaku pasar tertuju pada BREN yang mencatat konsentrasi 97,31 persen sebagai bagian dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu, serta DSSA sebesar 95,76 persen yang terafiliasi dengan Grup Sinarmas.
Keduanya merupakan konstituen MSCI Indonesia Global Standard sehingga langsung dikaitkan dengan isu investabilitas indeks, terutama terkait free float dan kemampuan indeks untuk direplikasi oleh investor global.