"Fitch menilai konsolidasi fiskal bisa lebih sulit dipertahankan karena pengalaman masa lalu menunjukkan target defisit sering direvisi naik demi mengakomodasi tambahan belanja saat ekonomi memburuk atau saat pemerintah harus memberi dukungan lebih besar kepada masyarakat," kata Ibrahim.
"Asumsi makro RAPBN 2027 cenderung terlalu optimistis, terutama pematokan nilai tukar Rp17.500 per dolar
AS di saat penerimaan negara masih menjadi kendala struktural yang hanya berada sedikit di atas 12 persen PDB," imbuhnya.
Mempertimbangkan akumulasi sentimen risiko fiskal, evaluasi target pertumbuhan, serta ketidakpastian eksternal, kurs rupiah diperkirakan masih akan terbebani pada sesi perdagangan selanjutnya. Pelaku pasar valuta asing diproyeksikan tetap mengambil posisi defensif dalam mencermati arah pergerakan dolar AS.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.730 hingga Rp17.750 per dolar AS," kata Ibrahim. (Wahyu Dwi Anggoro)